POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Sukses Gaet 9.200 Pelari, Sport Tourism Dongkrak Ekonomi hingga Rp95 Miliar - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 13 Jul 2026 12:28 WIB ·

POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Sukses Gaet 9.200 Pelari, Sport Tourism Dongkrak Ekonomi hingga Rp95 Miliar


 Peserta mengikuti Sunset Run dengan latar matahari terbenam di sirkuit. (ist) Perbesar

Peserta mengikuti Sunset Run dengan latar matahari terbenam di sirkuit. (ist)

BACAMALANG.COM – POCARI SWEAT Run Lombok 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia. Digelar pada 11–12 Juli 2026, acara ini berhasil menarik lebih dari 9.200 pelari dari 325 kota dan kabupaten di Indonesia serta peserta dari 21 negara.

Bertempat di Pertamina Mandalika International Circuit, para peserta disuguhi pengalaman berlari yang berbeda melalui perpaduan lintasan sirkuit berstandar internasional, panorama alam Lombok, hingga sentuhan budaya lokal yang menjadi daya tarik utama.

Mengusung konsep Ultimate Dual Experience, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan dua pengalaman berbeda. Pada 11 Juli, peserta mengikuti Sunset Run dengan latar matahari terbenam di sirkuit, yang semakin meriah dengan penampilan kejutan Ariel NOAH yang hadir menggunakan mobil balap berlivery POCARI SWEAT, sebelum ditutup konser grup band WALI.

Keesokan harinya, peserta menikmati Sunrise Run yang menawarkan suasana matahari terbit, kemudian disambut sajian kuliner khas serta tradisi lokal di garis finis sebagai bagian dari pengalaman sport tourism.

Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan sekitar 72 persen peserta berasal dari luar Lombok. Menurutnya, momentum libur sekolah membuat banyak pelari datang bersama keluarga sehingga memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Perputaran ekonomi lokal dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp95 miliar. Kehadiran para pelari beserta keluarga turut meningkatkan okupansi hotel serta menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat,” ujarnya.

Ajang ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menilai POCARI SWEAT Run Lombok menjadi contoh sukses pengembangan budaya hidup sehat melalui konsep sport tourism, sekaligus memperluas akses olahraga bagi masyarakat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Senada, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menyebut event tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi mampu meningkatkan kualitas pariwisata melalui bertambahnya lama tinggal wisatawan, meningkatnya okupansi hotel, hingga tumbuhnya aktivitas UMKM.

Menurutnya, Lombok kini semakin dikenal sebagai destinasi lari kelas dunia dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah dan mancanegara.

Apresiasi juga datang dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, yang menyebut penyelenggaraan tahun kedua POCARI SWEAT Run di Lombok telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menghidupkan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, sekaligus membuktikan bahwa NTB siap menjadi tuan rumah event internasional berskala besar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, menegaskan kawasan The Mandalika memiliki infrastruktur yang semakin siap untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup.

Menurutnya, lintasan yang memadukan sirkuit internasional dengan panorama pantai, perbukitan, dan lanskap alam Mandalika menghadirkan pengalaman berlari yang tidak ditemui di tempat lain.

Selain menjadi ajang kompetisi, POCARI SWEAT Run Lombok juga menuai apresiasi dari para peserta. Pemegang rekor marathon Asia Tenggara, Robi Syianturi, mengaku terkesan dengan keindahan rute meski memiliki elevasi yang cukup menantang.

Hal senada disampaikan chef Arnold Poernomo yang mengikuti kategori half marathon. Ia menyebut Lombok sebagai contoh nyata konsep sport tourism dan berencana kembali mengikuti ajang tersebut bersama keluarganya.

Rangkaian POCARI SWEAT Run Lombok 2026 dimulai sejak 10 Juli dengan pengambilan race pack. Pada 11 Juli digelar Sunset Run sejauh 4,3 kilometer, sedangkan puncak acara pada 12 Juli mempertandingkan kategori Marathon (42K), Half Marathon (21K), dan 10K.

Setelah sukses di Lombok, POCARI SWEAT akan melanjutkan rangkaian event tahun ini melalui POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Ajang lari hybrid terbesar di Indonesia tersebut akan melibatkan pelari dari seluruh penjuru Tanah Air, baik secara langsung maupun virtual.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

13 Juli 2026 - 14:04 WIB

Disnaker Kabupaten Malang Cetak Wirausaha Baru Lewat Pelatihan Roti dan Kue, Dorong Terciptanya Lapangan Kerja

12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Guna Mitigasi Masalah Internal Perusahaan, DPK Apindo Malang Raya Gelar Klinik Hukum Rutin

11 Juli 2026 - 13:46 WIB

CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Malang, Perkuat Ekosistem Halal dan Layanan Perbankan Modern

10 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPOM Apresiasi Komitmen PT Amerta Indah Otsuka, Budaya Mutu dan Keamanan Pangan Jadi Teladan Industri

10 Juli 2026 - 08:59 WIB

BUMDes Bejo Sukses Kembangkan 800 Ayam Petelur, Terkendala Pakan Mahal dan Harga Telur Anjlok

9 Juli 2026 - 21:24 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !