BACAMALANG.COM – Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, menguatkan komitmen pengembangan perhutanan sosial. Fokusnya pada pemanfaatan bambu sebagai penggerak ekonomi hijau masyarakat di kawasan hutan.
Komitmen itu disampaikan dalam Rembug Perhutanan Sosial bertajuk “Pengembangan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu” yang digelar di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Minggu (12/7/2026).
Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. hadir mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok perhutanan sosial, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Pembahasan mengarah pada strategi peningkatan kesejahteraan melalui produk olahan bambu bernilai tambah, perluasan akses pasar, penguatan kelembagaan, hingga kemitraan lintas sektor.
Kabupaten Malang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk bambu yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah Kabupaten Malang mendukung pengembangan perhutanan sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Keberhasilan perhutanan sosial tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari terjaganya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
Wamen PPPA Veronica Tan menyoroti peran strategis perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga melalui usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Melalui pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu seperti bambu, kita ingin menciptakan peluang ekonomi yang inklusif sehingga perempuan dapat semakin berdaya, mandiri, dan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Veronica Tan.
Dalam dialog interaktif, sejumlah kelompok perhutanan sosial menyampaikan aspirasi terkait pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, akses pembiayaan, pengembangan industri hilir, hingga perluasan jaringan pemasaran produk bambu. Masukan tersebut akan menjadi bahan perumusan langkah strategis ke depan.
Melalui rembug ini diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi bambu. Tujuannya agar masyarakat sekitar hutan semakin mandiri dan sejahtera, sekaligus menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































