BACAMALANG.COM – Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, TPQ Madinatul Ulum Dusun Sumberkotes Kulon RT 22 RW 08, Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dan meriah, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh santri aktif, alumni, wali santri, partisipan, hingga masyarakat sekitar. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah pawai obor yang digelar setelah salat Magrib.
Sebelum pawai dimulai, seluruh peserta berkumpul di Gedung TPQ Madinatul Ulum pada pukul 17.00 WIB untuk mengikuti pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah yang dipimpin oleh Koordinator Pembelajaran Ummi, Ustadz Dzulkifli.
Pawai obor menempuh rute sepanjang 2,6 kilometer dan diselesaikan dalam waktu sekitar 60 menit. Selama perjalanan, peserta beberapa kali berhenti untuk beristirahat, menikmati hiburan religi, serta mengikuti pembagian kupon di titik-titik yang telah ditentukan panitia.
Menurut panitia, kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat hijrah kepada para santri dengan meneladani perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Karena itu, sepanjang perjalanan peserta diajak melantunkan syair Thola’al Badru Alayna dan Ya Nabi Salam Alaika.
Selain menjadi media syiar Islam, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan TPQ Madinatul Ulum sebagai salah satu alternatif pendidikan nonformal berbasis Al-Qur’an yang dapat dipertimbangkan masyarakat.
Menariknya, saat menunggu pengundian hadiah kupon, panitia memperkenalkan sebuah lagu bertema ajakan mengaji yang diluncurkan bertepatan dengan kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Tartil Metode Ummi yang telah digelar pada 14 Juni 2026.
Lagu tersebut dibuat dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Liriknya disusun menggunakan Gemini dan ChatGPT, sementara musik dan aransemennya diproduksi melalui Suno AI. Adapun video klipnya dibuat dari dokumentasi poster yang dibawa anak-anak saat pawai obor berlangsung.
Melalui lagu tersebut, pengurus ingin menyampaikan pesan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
TPQ Madinatul Ulum sendiri berdiri pada 1 Juni 2006 atas prakarsa Ustadzah Desyana Lia Indrawati, S.Pd. Berawal dari kegiatan belajar mengajar sederhana di depan Balai Dusun Sumberkotes Kulon, lembaga ini terus berkembang dan telah meluluskan sekitar 400 santri.
Saat ini, TPQ Madinatul Ulum memiliki 52 santri yang mengikuti pendidikan TPQ dan Madrasah Diniyah. Sebagian besar orang tua santri berprofesi sebagai petani dan buruh.
Meski demikian, sarana dan prasarana yang dimiliki masih terbatas. Saat ini hanya tersedia satu bangunan dengan dua ruang kelas, sementara kebutuhan idealnya mencapai empat ruang kelas dan satu musala untuk menunjang proses pembelajaran Al-Qur’an.
“Kami prihatin dengan perilaku anak-anak sekarang. Lebih baik mengaji daripada terus-menerus scroll TikTok, bermain Free Fire, menonton YouTube Shorts, atau bermain Mobile Legends,” tegas Ustadz Dzulkifli kepada Bacamalang, Rabu (17/6/2026).
Ke depan, pihak TPQ Madinatul Ulum berharap adanya dukungan dari pemerintah, terutama dalam pembangunan akses jalan menuju gedung TPQ agar kegiatan belajar mengajar semakin mudah dijangkau oleh santri dan masyarakat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































