BACAMALANG.COM – Agar puasa terasa nyaman dan khusyuk, dibutuhkan berbagai persiapan termasuk mengetahui penyakit yang berpotensi muncul.
Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Umar Usman MM mengatakan, masyarakat selayaknya mewaspadai 7 penyakit yang rentan muncul saat menjalankan rukun iman ketiga tersebut.
“Agar puasa sukses, butuh persiapan yang baik. Seperti pemahaman tentang 7 penyakit yang semestinya bisa dicegah. Ada tiga tergolong Gastrointestinal, meliputi Sembelit, Radang Pencernaan, dan Maag. Lainnya yaitu : tekanan darah rendah, kram otot, sakit kepala, dan gula darah rendah,” tegas dr Umar Usman MM kepada BacaMalang.com, Senin (20/3/2023).
Pria yang juga Wakil Ketua Satgas Covid 19 Malang Raya ini menjelaskan, Gastrointestinal adalah gangguan sistem pencernaan dimana berbagai penyakit pada sistem ini dapat menyerang lambung (gastro) serta saluran pencernaan yang terdiri dari usus (intestinal), rektum, hingga anus.
Pria yang juga Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini memaparkan, jika Sembelit atau susah buang air besar tidak segera diatasi, mengakibatkan ambeien, rasa nyeri, dan gangguan pencernaan yang membuat perut terasa kembung.
Untuk pencegahan, saat berbuka dan sahur, isilah dengan menu-menu kaya serat serta cukup minum air putih.
Berikutnya, penyakit Radang Pencernaan, dipicu naiknya asam lambung saat perut kosong adalah hal yang biasa dialami beberapa orang saat sedang berpuasa. Ada rasa terbakar di sekitar ulu hati dan tidak nyaman di perut.
Untuk pencegahan, cobalah menghindari makanan terlalu pedas sepanjang berbuka dan sahur, hindari minuman bersoda serta makanan atau minuman yang rasanya asam.
Penyakit selanjutnya adalah Maag yang
populer dan sering diderita masyarakat.
Nyeri di lambung ini diatasi (pencegahan) dengan cara makan berserat, serta mengunyah 32 kali setiap makanan, akan membantu pencernaan bekerja tidak terlalu keras.
Penyakit berikutnya tergolong non Gastrointestinal, yakni tekanan darah rendah, yakni penderita merasakan keringat berlebih, rasa lemas, letih, lesu dan seperti tak ada energi, pusing saat bangun, saat duduk, dan wajah cenderung pucat serta apabila dibiarkan bisa terjadi pingsan.
“Untuk pencegahan bisa meningkatkan konsumsi cairan dan garam sepanjang puasa,” terang pria yang juga Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.
Penyakit lain yang sering menyerang saat berpuasa adalah sakit kepala atau pusing, disebabkan rutinitas padat, menuntut banyak tenaga, udara panas, menahan rasa kantuk serta kurangnya oksigen pada otak.
“Untuk pencegahan bisa mengurangi minum kopi, merokok, serta atur jam tidur sepanjang bulan Ramadan,” imbuh pria berjuluk Dokter Rakyat ini.
Penyakit berikut, gula darah rendah dengan gejala lesu, pening, tubuh mudah lelah, konsentrasi yang buruk, sakit kepala serta pusing saat sedang melakukan aktivitas.
Dijelaskannya, pencegahan dengan mengurangi makanan yang terlalu manis saat sahur sehingga jumlah gula darah di dalam tubuh tetap seimbang.
Turunnya gula darah ini justru biasanya disebabkan karena tubuh terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat atau makanan manis di saat sahur, dan memicu tubuh memproduksi insulin lebih banyak.
Berikutnya Kram otot, yang biasa disebabkan karena tubuh kelelahan, kurang konsumsi kalsium, magnesium, kalium.
“Pencegahannya dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, magnesium dan kalium, yang biasanya terdapat pada produk susu, daging, buah-buahan serta sayuran,” pungkasnya.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































