Alami Heat Stroke, Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Dirawat Medis - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 10 Jun 2024 20:13 WIB ·

Alami Heat Stroke, Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Dirawat Medis


 Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono menyempatkan mendokumentasikan (memotret) papan penunjuk jalan sebelum berangkat melanjutkan perjalanan ke Panipat. (IG Narendra) Perbesar

Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono menyempatkan mendokumentasikan (memotret) papan penunjuk jalan sebelum berangkat melanjutkan perjalanan ke Panipat. (IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Alami gangguan kesehatan (heat stroke) akibat “diserang” cuaca panas, pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono terpaksa dievakuasi staf KBRI saat berada di sebuah terowongan dalam perjalanan menuju Panipat.

Sebelum kejadian, seperti biasa BacaMalang.com ingin melakukan wawancara lewat WhatsApp dengan Narendra untuk pemberitaan, pada Minggu (9/6/2024) malam.

BacaMalang.com mencoba menyapa Narendra, via WA menanyakan ada hal yang baru menarik apa.

Namun Narendra menyanggupi besok saja Senin (10/6/2024), karena dirinya mulai bersepeda setelah mengalami sakit.

Sebelum kejadian heat stroke, Senin (10/6/2024) siang, pagi usai Salat Subuh, Narendra sempat membuat vlog untuk story IG dan WA, berpamitan kepada teman PPI dia akan melanjutkan perjalanan.

“Trims kepada kawan PPI, KBRI, dan WNI di India. Saya harus beradaptasi dengan iklim sub tropis, namun saya harus melanjutkan perjalanan ke Pakistan,” tegas Narendra sembari mengayuh sepedanya meninggalkan lokasi.

Setelah beberapa jam kemudian, pemuda tangguh asal Klaten ini melanjutkan membuat vlog dalam perjalanan naik sepeda.

“Setelah seminggu mengalami tergeletak sakit, saya harus ke Panipat semoga cuaca mendukung,” tukasnya dalam vlog bergowes di tengah terik mentari.

Meski disergap cuaca panas dengan suhu 42 derajat Celcius, Narendra berupaya bertahan melanjutkan gowes.

Selama di perjalanan di tengah suhu yang menyengat kulit tersebut, ia ketemu sejumlah warga yang perhatian melihat kondisinya yang kurang fit. Mereka dengan baik hati memberinya makanan dan minuman

Ada salah seorang warga pria tiba-tiba menyuruh dia berhenti yang selanjutnya diberi air dan jus.

Ada lagi warga yang mengajak ke restoran yang ada AC-nya dan menyuguhkan makanan dan minuman. Sebagai bentuk terima kasih kepada mereka, ia membuat story WA.

“Jangan pernah menilai suatu negara hanya karena jarene (katanya). Pada kenyataannya warga India itu ramah banget,” demikian caption story WA Narendra.

Melanjutkan wawancara, BacaMalang.com menyapa kembali Narendra lewat WA. Namun kabar agak mengejutkan terjadi yakni Narendra mengeluh sakit dada.

“Dadaku ampeg (sesak) banget bersepeda di suhu panas cak. Kalau punya kenalan dokter tolong tanyakan cara sembuhnya gimana,” pintanya.

Ia mengungkapkan, sementara belum bisa melanjutkan wawancara via HP (WA) karena kondisi yang belum memungkinkan.

“Saya belum siap interview cak masih nyari bantuan untuk mengatasi sakit ini. Minta rescue KBRI cak. Mereka OTW ke sini bawa mobil. Wes pasrah sik aku cak,” terangnya.

Hingga berita ini dibuat, Narendra masih dalam perawatan ditangani Prof Akmal dan staf KBRI di sebuah rumah sakit.

Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke India dan perjalanan menuju Panipat.

Panipat adalah kota bersejarah yang terletak di Haryana, India, berjarak 95 km sebelah utara Delhi dan 169 km sebelah selatan Chandigarh.

Tiga pertempuran besar pernah terjadi pada tahun 1526, 1556 dan 1761 di dekat kota yang dikenal sebagai Kota Penenun dan Kota Tekstil ini.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SMAK Bhakti Luhur Genjot Budaya Literasi, Siswa Didorong Kembali Gemar Membaca dan Menulis

8 November 2026 - 11:07 WIB

Tanam 100 Pohon di Bantaran Brantas, Kapolresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Bencana

8 November 2026 - 10:05 WIB

Polisi Bekuk Satu Terduga Curanmor, Tiga Rekannya Masuk DPO

8 November 2026 - 05:34 WIB

Honda Vario 125 Milik Mahasiswa Pakisaji Hilang di Kos Sumbersari, Korban Sebar Informasi Pencarian

7 November 2026 - 19:22 WIB

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar

7 November 2026 - 13:13 WIB

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !