BACAMALANG.COM – Selama arus mudik dan balik Lebaran, konsumsi BBM di wilayah Malang Raya yang tercatat untuk periode 1 hingga 14 April 2024 mencapai 1.581 kiloliter. Hal ini disampaikan Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi di Malang, Rabu (17/4/2024).
Ahad mengatakan, konsumsi BBM seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo di Malang Raya ini terdapat peningkatan dari rata-rata di masa normal mencapai 1.409 kiloliter per bulan.
Peningkatan ini berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui strategi yang dilakukan dengan memperlancar suplai BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Angka peningkatan konsumsi BBM ini sudah dalam perkiraan kami, termasuk dalam mengantisipasi jumlah kendaraan dan jumlah kunjungan destinasi wisata di Jatim yang juga bertambah,” ujar Ahad.
Selain itu, imbuhnya, konsumsi LPG di Malang Raya selama periode yang sama juga mengalami peningkatan dibanding konsumsi bulanan normal sebelumnya.
“Seperti yang sudah kami lakukan dengan menggelontor hampr 3 juta tabung untuk wilayah Jatim, sehingga kondisinya termasuk aman,” tegasnya.

Pemudik menikmati fasilitas di shelter istirahat bertajuk Serambi MyPertamina di Tol KM 66A. (ist)
Sementara itu, seiring dengan usainya arus mudik dan balik, khususnya di Jawa Timur, ada sebuah catatan pantas disematkan, di mana Jatim menjadi wilayah dengan tingkat kemacetan dan kecelakaan paling rendah menurut data yang dilansir Polda Jatim.
Hal ini disebabkan salah satunya karena pengaturan lalu lintas maupun peran pendukung yang ada seperti sarana beristirahat dan ketersediaan energi, yang memegang peranan penting dalam berkurangnya risiko kecelakaaan.
Terdapat 25 rest area di jalur tol wilayah Jatim yang menjadi ‘jujugan’ para pemudik. Beraneka cara dilakukan untuk memanjakan pemudik, seperti yang dilakukan Pertamina Patra Niaga yang menyediakan 2 titik shelter istirahat pemudik bertajuk Serambi MyPertamina dan 15 Modular Dispenser BBM.
Fasilitas ini tersedia baik di rest area Tipe A yang berguna untuk memecah antrian di SPBU, maupun ditempatkan di rest area Tipe B yang tidak memiliki existing SPBU.
Ahad Rahedi mengatakan, selama libur Lebaran kemarin konsumen hingga stakeholder menaruh apresiasi tinggi terhadap keberadaan Modular Dispenser BBM dan Serambi MyPertamina.
“Modular Dispenser BBM dengan realisasi tertinggi di Jatim terdapat di rest area 695A Mojokerto dengan rata-rata konsumsi BBM 3,4 kiloliter per hari,” ujar Ahad.
Ahad juga menyampaikan, selama periode arus mudik hingga arus balik pemudik cenderung memilih BBM berkualitas dengan kenaikan untuk Pertamax Series sebesar 28% dan Produk Dex sebesar 12,2% dengan puncak konsumsi tertinggi pada arus mudik tanggal 6 April dan arus balik tanggal 15 April.
Dikatakan Ahad, Serambi MyPertamina di KM 725A dan 66A menarik perhatian tersendiri dengan beragam fasilitas serba gratis yang ditawarkan seperti kursi pijat, area bermain anak, F&B, pemeriksaan kesehatan hingga ambulans siaga.
“Serambi MyPertamina kami di rest area KM 66A menjadi salah satu shelter istirahat dengan pengunjung tertinggi dalam 2 minggu, mencapai total 3077 pengunjung per hari ini,” ungkap Ahad.
Selain fasilitas rutin yang ada tiap tahun tersebut, imbuhnya, tahun ini pihaknya juga bekerja sama dengan brand kerudung high end Buttonscarves.
“Cukup dengan tukar poin MyPertamina bisa dapat kerudung tersebut. Di 725 A bahkan langsung sold out sejak tanggal 9 April,” tukasnya.
Warnaningsih, salah satu pengunjung Serambi MyPertamina KM 66A asal Yogyakarta mengaku dimanjakan fasilitas di dalamnya.
“Saya cari anak saya kok lama nggak kembali ke mobil, ternyata nyangkut di Serambi MyPertamina, saya lihat dia pijat gratis, saya coba dan malah ketiduran juga. Pulangnya masih dibekali medical kit dan obat kolesterol,” ujarnya.
Terpisah Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan, Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (SATGAS RAFI) 2024 tetap aktif hingga 21 April.
Ia menegaskan, 6 titik Serambi MyPertamina dan 64 Modular Dispenser BBM tetap akan siaga memanjakan konsumen.
“Saat ini puncak arus balik sudah terlewati, namun Pertamina Patra Niaga tetap siaga hingga akhir satgas di 21 April nanti untuk memonitor kebutuhan BBM, LPG dan Avtur di lapangan hingga berakhirnya arus balik nanti,” tutupnya.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































