Oleh: Dr Riyanto*
Preambule UUD Dasar 1945; “Berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
Dua kata sansekerta, merdi dan dika. Cerdas/ pintar dan jujur/ budi luhur.
Manusia merdika, mereka yang cerdas didasarkan kejujuran/ budi luhur.
Apa maknanya ?
Merdika itu, mereka yang berani melihat dalam dirinya. Orang Jawa, “Mulat sarira hangrasa wani.
Agama memerintahkan, “Jagalah dirimu, jagalah keluargamu, dari jilatan kesengsaraan.
Ciri manusia merdika, gampang ikhlas dan bersyukur.
Tafakur, syukur, tasyakur …..
Sudahkah tafakur ?
Sudahkah bersyukur ?
Yang demikian itu, pantas Kita mengadakan ritual 17-8-’45, tasyakuran ……
Syukur ??
Dari yakin ku teguh.
Hati ikhlas ku penuh.
Akan karunianu.
Tanah air pusaka.
Indonesia merdeka.
Syukur aku sembahkan.
Kehadiratmu Tuhan …..
??
Dirgahayu Republik Indonesia
Ki Riyanto Universitas Brawijaya
*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya
*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis






















































