Audiensi Jalan Griya Shanta Buntu, Dishub dan Warga Belum Temukan Titik Temu - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Okt 2026 18:48 WIB ·

Audiensi Jalan Griya Shanta Buntu, Dishub dan Warga Belum Temukan Titik Temu


 Ketua RW 12 Griya Shanta, Jusuf Thoyib, saat memberikan keterangan terkait audiensi pembukaan blokade jalan tembus Griya Shanta. (ist) Perbesar

Ketua RW 12 Griya Shanta, Jusuf Thoyib, saat memberikan keterangan terkait audiensi pembukaan blokade jalan tembus Griya Shanta. (ist)

BACAMALANG.COM – Upaya mencari solusi terkait blokade jalan utama Perum Griya Shanta, Kota Malang, belum membuahkan kesepakatan. Audiensi antara perwakilan warga dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang pada Kamis (8/10/2026) berlangsung alot dan berakhir tanpa titik temu.

Pertemuan yang digelar di Kantor Dishub Kota Malang tersebut membahas rencana pembukaan kembali jalan utama Perum Griya Shanta yang hingga kini masih diblokade warga.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga meninggalkan ruang audiensi. Hal itu terjadi setelah beberapa warga yang hadir diminta tidak mengikuti forum karena diduga bukan merupakan warga Perum Griya Shanta.

Perdebatan kemudian muncul di antara kelompok warga. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta lainnya ikut meninggalkan lokasi pertemuan.

Pembatasan peserta dilakukan dengan alasan agar forum benar-benar menyampaikan aspirasi warga setempat, terutama terkait persoalan blokade jalan. Setelah situasi tersebut, pembahasan dilanjutkan secara internal antara Ketua RW 12 Griya Shanta dan Kepala Dishub Kota Malang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan audiensi tersebut tetap menjadi langkah positif untuk mencari penyelesaian atas persoalan blokade jalan.

“Kami sudah berdiskusi dengan ketua RW. Terpenting, ini harus segera diselesaikan agar tidak menjadi bara di RW yang saat ini terjadi pro kontra terhadap penutupan jalan,” ujarnya.

Menurut Widjaja, pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah mencari solusi agar akses jalan di kawasan Griya Shanta dapat kembali dibuka. Jalan utama perumahan itu diblokade warga setelah dibangunnya jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Jalan Simpang Candi Panggung dengan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).

Meski belum menghasilkan kesepakatan, Widjaja memastikan komunikasi dengan warga tetap dilakukan. Ia optimistis persoalan tersebut masih dapat diselesaikan melalui dialog.

“Saya yakin ada jalan keluarnya. Jadi ini tidak boleh dibiarkan. Karena berdasarkan regulasi, itu (blokade jalan) adalah melanggar dan harus dibongkar,” tegasnya.

Namun, Widjaja menegaskan pihaknya masih mengedepankan pendekatan humanis dalam penyelesaian persoalan tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah munculnya gesekan yang lebih besar di tengah warga.

Sementara itu, Ketua RW 12 Griya Shanta, Jusuf Thoyib, mengatakan audiensi tersebut sebenarnya telah diajukan sejak lama. Pada pelaksanaannya, sebanyak 18 warga hadir dalam forum tersebut.

Namun, menurut Jusuf, terdapat dua orang lainnya yang ikut hadir tanpa sepengetahuannya. Selain itu, seorang pendamping juga tidak diperkenankan mengikuti forum.

Dalam audiensi, Jusuf mengaku telah menyampaikan kondisi yang terjadi di lingkungan Perum Griya Shanta, termasuk pandangan akademik dan aspek hukum yang menjadi pertimbangan warga.

Salah satu poin yang disampaikan warga, kata dia, adalah keinginan agar jalan tembus ditutup kembali apabila jalan utama Perum Griya Shanta akan dibuka.

“Tetapi rupanya pihak Dishub punya solusi lain yang berbeda dengan kami. Tentu saya juga menyampaikan ini bisa selesai kalau tembok (jalan tembus) dikembalikan (ditutup lagi),” tegasnya.

Jusuf menyebut hingga audiensi berakhir belum terdapat titik tengah antara pandangan warga dan solusi yang ditawarkan Dishub. Ia memastikan akan kembali melakukan pembahasan bersama warga setempat.

“Dalam persoalan ini tak hanya bicara tentang lalu lintas. Ada banyak hal juga harus diperhatikan,” tandasnya.

Polemik Jalan Griya Shanta

Polemik akses jalan di Perum Griya Shanta hingga kini masih bergulir. Tembok pembatas perumahan telah dibongkar dan jalan alternatif menuju kawasan Jalan Soekarno-Hatta telah dibangun dengan nama Jalan Terusan Griya Shanta.

Di sisi lain, warga melakukan blokade terhadap jalan utama perumahan. Perbedaan pandangan mengenai keberadaan blokade tersebut kemudian memunculkan pro dan kontra di antara warga setempat.

Audiensi antara warga dan Dishub Kota Malang menjadi salah satu upaya untuk mencari jalan keluar. Namun, hingga pertemuan terakhir, kedua pihak masih belum menemukan kesepakatan.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kemarau Panjang, Polres Malang Distribusikan 35 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Malang Selatan

8 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Damkar Kota Malang Tangani 48 Kejadian Sepanjang September, Evakuasi Hewan Mendominasi

8 Oktober 2026 - 08:38 WIB

BPBD Kabupaten Malang Bekali Kecamatan Bululawang Strategi Mitigasi Bencana Melalui Kencana

7 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Gerindra Kabupaten Malang Tunggu Keputusan Mahkamah Partai Soal Nasib Ukasyah

7 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Pemuda Lebakharjo Dibekuk Usai Diduga Curi Perhiasan Tetangga Lewat Jendela

7 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Kapolres Malang Cek Langsung MBG, Pastikan Sajian Siswa Aman dan Higienis

7 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !