Audisi Bintang Iklan Kopi, Begini Keseruannya !

Caption : Suasana audisi dan pengambilan foto iklan Kopi Janda. (ist)

BACAMALANG.COM – Iklan menjadi sarana vital pemasaran produk kopi kala pandemi seperti sekarang ini.

Meski kini produknya semakin merambah pangsa pasar Nusantara, namun owner Kopi Janda Mandul tak merasa jumawa dan berlebihan dalam menjalankan bisnis kuliner kuno ini.

Walaupun dulunya sempat dipandang sebelah mata, namun berkat jibaku dan keikhlasan menjalankan bisnis, sang owner Kopi Janda Mandul kini mulai merasakan buah manis kerja kerasnya selama ini.

Pria yang juga akademisi salah satu PTS di Kota Malang ini dengan tekun, sabar dan agresif, melakukan inovasi agar produknya laris manis kala kurva pandemi melandai seperti saat ini.

Salah satu kegiatan menarik yang dijalankan adalah menggelar audisi dan seleksi model iklan, sekaligus pembuatan video iklan Kopi Janda Mandul yang digemari semua lapisan masyarakat ini.

“Kebetulan ini kami sedang melakukan seleksi model iklan Kopi Janda,” tegas Owner Kopi Janda Mandul, Eko Prastyo memulai bercerita, Minggu (7/11/2021).

Ia menjelaskan konsep dan tema iklan. “Tema dan konsepnya adalah kenikmatan dalam tiap seduhan Kopi Janda. Sang model harus mempunyai kriteria smart, cantik, kenes, endel dan sedikit menggoda,” urainya.

Ia mengungkapkan kembali pengambilan nama Kopi Janda sebagai brand produk. “Saya sengaja memilih nama Kopi Janda. Strategi marketing untuk membuat konsumen merasa penasaran. Janda berasal dari kopi dari Jawa Barat (Sunda) yang dikembangkan di Dampit (Jawa Timur) kalau disingkat jadi Jawa Sunda atau Janda,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan pentingnya sebuah iklan dalam pemasaran produk. “Kenapa iklan dianggap perlu. Saya kira iklan sangat penting untuk memberi informasi pada calon konsumen,” imbuhnya.

Ia memaparkan sedikit rencana selanjutnya. ” Iklan berupa video durasi 30-60 detik. Selanjutnya diupload atau diposting di IG, storr WA (WhatsApp), YouTube, website, Facebook, serta media elektronik/digital lainnya,” paparnya

Ia menjelaskan hasil antara penjualan online dan offline cukup berimbang. “Untuk saat ini cukup seimbang 50:50,” tukasnya.

Ia menjual beraneka ragam kopi. “Ada Kopi Janda original (Robusta), Kopi Janda Perawan (kopi sangrai), Kopi Janda Hot (kopi jahe), Kopi Janda Sange (kopi lanang).

Ia bersyukur, seiring pelandaian kurva pandemi penjualan meningkat. “Alhamdulillah cukup ada peningkatan karena iklan kopi kita mempunyai tim kreatif baik iklan kopi berunsur kesehatan, hukum dalam agama, serta iklan persuasif yang viral,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan penjualan semakin meluas. “Sampai saat ini hampir 75% Indonesia sudah merasakan dan mengenal kopi kami,” tuturnya.

“Harapannya semakin dinikmati semua kalangan pecinta kopi. Bagi yang minat mengetahui produk kami bisa mampir di Instagram : kopi.janda.mandul. Doakan produk kami laris manis,” pungkasnya. (had)