BACAMALANG.COM – Ketua Bawaslu Republik Indonesia (Bawaslu RI), Rahmat Bagja mengajak mahasiswa bersikap partisipatif mengawasi Pemilu. Hal ini disampaikan Rahmat Bagja dalam Diskusi Penguatan Demokrasi dan Pemilu dengan tema Memperdalam Demokrasi dan Pengawasan Publik, yang diselenggarakan oleh Majelis Daerah Kota Malang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), belum lama ini.
“Saya mengajak mahasiswa dan alumni untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Agar nanti Kita semua bisa memahami realitas politik yang sebenarnya. Pemilu itu bukan hanya nanti pada 14 Pebruari 2024, tapi sudah dimulai sejak Juni 2022 dulu. Ayo awasi tahapannya, bahkan juga penyelenggaranya. Kita wujudkan demokrasi yang esensial,” tandas Rahmat.
Dikatakannya Bawaslu menjadi katalisator pengawasan pemilu. Ia mengajak mahasiswa dan alumni HMI untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Dijelaskannya penyelenggara pemilu ini adalah sebenarnya pertemuan kelompok Cipayung dan pihaknya mempunyai program Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) yang esensinya juga untuk menyatukan kelompok Cipayung.
Sehubungan dengan hal ini penguatan demokrasi perlu dilakukan dari Himpunan Mahasiswa Islam. “Beberapa waktu yang lalu Kami juga memiliki program Bawaslu Mendengar. Itu sebagai cara Kami untuk berkolaborasi dalam menguatkan pengawasan pemilu,” jelasnya.
Selanjutnya ia mengajak peserta yang hadir dalam diskusi tersebut untuk menjadi pemantau pemilu. “Sekarang Kami membuka pendaftaran pemantau. Silakan bisa mendaftar untuk menjadi pemantau pemilu 2024,” tukasnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko mengucapkan terima kasih kepada KAHMI Kota Malang yang memiliki waktu dan tempat untuk bersama-sama memikirkan bangsa. “Di Kota Malang, sebagai Kota pendidikan memiliki masyarakat yang sangat luar biasa dalam berdemokrasi dan memiliki intelektualitas yang tinggi. Masyarakat pemilih di Kota Malang bisa diajak berdiskusi dan bisa menyampaikan pemikiran-pemikiran hebat. Bahkan seringkali apa yang disampaikan masyarakat bisa lebih hebat,” tegas Edi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KAHMI Kota Malang, Lutfi J Kurniawan mengatakan, kegiatan diskusi KAHMI selalu rutin dan terus-menerus dilakukan. Bahkan, KAHMI Kota Malang memiliki KAHMI forum. “Baik itu merespons masalah-masalah kepublikan maupun merespons masalah-masalah yang mendasar, konseptual kemasyarakatan,” kata Lutfi.
Pihaknya berharap tidak hanya berhenti dalam kegiatan seminar, diskusi, dan workshop saja. Namun harus bisa memunculkan tipologi organisasi yang hidup untuk menyelesaikan persoalan.
“Itu terus Kami dorong agar KAHMI ada untuk bisa membawa manfaat bagi kemaslahatan umat,” pungkasnya. (*/had)





















































