Bertemu Petani Tebu di Kabupaten Malang, Begini Pesan Kepala Bapanas - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Jul 2024 16:00 WIB ·

Bertemu Petani Tebu di Kabupaten Malang, Begini Pesan Kepala Bapanas


 Kepala Bapanas saat bertemu para petani tebu di kediaman KH Hamim Kholili. (bacamalang/Dhimas) Perbesar

Kepala Bapanas saat bertemu para petani tebu di kediaman KH Hamim Kholili. (bacamalang/Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi berpesan bahwa ekosistem pangan khususnya gula harus dijaga dengan baik.

Hal itu disampaikan Arief saat bertemu petani tebu yang tergabung dalam Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) di kediaman Ketua PKPTR Kabupaten Malang, KH Hamim Holili, Kamis (4/7/2024). Hadir pula Direksi PG Krebet Baru Malang.

“Hari ini kita berkumpul, saya dengan Gus Hamim, pak Mitro ini sahabat lama. Jadi saya sempatkan ke rumah Gus Hamim. Bertemu, berbicara terkait apa yang telah kita kerjakan selama ini ternyata telah membuahkan hasil. Pertama adalah membangun ekosistem pangan khususnya ini gula, mulai dari tebu diproduksi sampai menjadi gula,” kata Arief.

Menurut Arief, gula di tingkat petani harganya harus dijaga. “Kemudian sampai di hilir harganya kita jaga dengan baik. Dan jadi model yang namanya Malang Krebet Baru, produksinya bisa 12 ribu TCD atau Ton Cane Day dan itu tentunya bisa berproduksi kalau petaninya giat untuk nandur,” tegasnya.

“Jadi dulu mulai dari harga Rp 9.000 sampai Rp 14.500. Jauh hari sebelum musim giling tiba, semua petani meminta agar sebelum panen itu harganya di adjust sesuai dengan agro input. Kenaikan agro input maksudnya kenaikan pupuknya. Dan ini temen-temen sudah mulai tidak pakai pupuk subsidi. Sehingga gairah nandurnya, hasilnya lebih baik, kemudian dibeli dengan harga baik,” ujarnya

Dijelaskan Arief, ke depan petani ini dengan kemauan sendiri, bisa meningkatkan produksinya dengan menambah luas tanam juga, bibit juga dicari yang lebih baik, diperbarui varietasnya, sehingga rendemen nasional bisa meningkat dan itu bisa dimulai dari Kabupaten Malang.

Arief pun bilang, Presiden Joko Widodo selalu menyampaikan bahwa harga di tingkat petani harus baik supaya barangnya ada. “Di hilir juga harus dibuat harga yang wajar. Sekarang sudah mulai dapat titik keseimbangannya,” pungkas Arief

Sementara, Ketua PKPTR Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili menyampaikan, keberadaan Bapanas sangat membantu petani tebu. “Harga gula dulu sebelum Badan Pangan ada, harganya selalu tidak ada kepastian. Sekarang sudah bisa ketemu dan ini yang kita jaga bersama sama,” ungkap KH Hamim Kholili.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 2,532 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Satresnarkoba Polresta Malang Kota Bongkar 32 Kasus: Sita 8,9 Kg Ganja, 1,6 Kg Sabu dan 1.500 Botol Miras Ilegal

8 Mei 2026 - 18:33 WIB

Kedungpedaringan Geger! Lovebird Peliharaan Warga Hilang Bergiliran

8 Mei 2026 - 17:39 WIB

Motor Vario 125 Raib Digondol Maling di Kosan Lowokwaru Kota Malang

8 Mei 2026 - 15:46 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Stan PKL Alun-Alun Kota Batu, Pedagang Serahkan Bukti Transfer ke Polisi

8 Mei 2026 - 15:19 WIB

Polres Malang Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penyerangan Wisawatan di Pantai Wediawu

8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Mekanik di Tumpang Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Motor Konsumen

8 Mei 2026 - 11:54 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !