BACAMALANG.COM – Upaya membangun ketangguhan bencana yang berkeadilan terus digelorakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB), BPBD menggandeng berbagai pihak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Jejaring dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk PRB Inklusif.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga dalam penerapan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang menghormati hak-hak penyandang disabilitas.
“Sinergi antar lembaga sangat penting untuk menciptakan ketangguhan bencana yang merata dan berkeadilan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Zainuddin, di sela kegiatan.
Sebelum pelaksanaan FGD, digelar apel pelepasan Tim Difpala (Difabel Pencinta Alam) yang memulai misi pendakian Seven Summits II ke Gunung Arjuno melalui jalur Sumber Brantas. Pendakian ini menjadi kampanye nyata penerapan PRB inklusif yang juga melibatkan Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur — meliputi KND, BPBD se-Malang Raya, Dinas Sosial, Difpala, dan mitra lainnya — turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka mengusung semangat “Bersinergi untuk Malang Raya Tangguh Bencana” sebagai bentuk komitmen bersama membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan terpusat di Pos Komando Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Malang sebagai pusat koordinasi utama.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































