BACAMALANG.COM – Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Malang Raya. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku seringkali mendapati antrean panjang hingga Pertalite kosong di SPBU.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Sholeh, warga yang mengaku kesulitan memperoleh Pertalite untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai merepotkan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan sepeda motor sebagai sarana transportasi untuk bekerja maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Menurut Sholeh, kekosongan Pertalite membuat warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM yang dibutuhkan. “Kalau Pertalite kosong, kami harus mencari SPBU lain. Ini tentu menyita waktu, apalagi kalau sedang terburu-buru untuk bekerja,” keluh Sholeh.
Ia berharap ketersediaan Pertalite di SPBU wilayah Malang segera kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu dan bahan bakar hanya untuk mencari tempat pengisian yang masih memiliki stok.
Berdasarkan keluhan warga, dalam beberapa hari terakhir sejumlah SPBU juga dipadati pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor yang hendak mengisi Pertalite. Namun, di SPBU yang mereka datangi, BBM yang tersedia disebut hanya jenis Pertamax.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai ketersediaan stok Pertalite dan kelancaran distribusinya. “Kami berharap pengelola SPBU maupun pihak Pertamina memberikan informasi yang jelas apabila terjadi kekosongan stok,” terang Bayu, warga lainnya.
Selain itu, ia meminta agar distribusi BBM diperhatikan sehingga kebutuhan konsumen, khususnya pengguna Pertalite, dapat terpenuhi tanpa harus mencari ke sejumlah lokasi.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat Malang Raya, tetap aman terkendali melalui penyesuaian pola distribusi berkala dari Surabaya dan pengoperasian Fuel Terminal (FT) Malang selama 24 jam penuh, Jumat (9/10/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membeberkan dinamika konsumsi BBM warga Malang.
Tercatat sepanjang September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian masyarakat di wilayah Malang mencapai angka 72,085 kiloliter.
Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian utama kami dalam mengatur pola pengiriman. Kami memantau kebutuhan di lapangan agar pelayanan SPBU tetap terjaga,” terang Ahad Rahedi.
”Untuk menopang tingginya angka konsumsi harian tersebut, skema pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dieksekusi secara bertahap,” jelasnya.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































