BACAMALANG.COM – Upaya mencegah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran terus diperkuat. Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota menggelar peninjauan sekaligus pemeriksaan kesehatan bagi sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe A Arjosari, Jalan Raden Intan, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 115 pengemudi dan awak bus. Pemeriksaan melibatkan tim medis dari Dokkes Polresta Malang Kota, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, serta Dinas Kesehatan Kota Malang.
Berbagai pemeriksaan dilakukan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan tekanan darah, tes laboratorium sederhana, pemeriksaan alkohol, tes narkoba, hingga konsultasi dokter.
Di lokasi kegiatan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Menurutnya, kondisi fisik pengemudi sangat menentukan keamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. “Secara umum sebagian besar pengemudi dinyatakan layak mengemudi,” ujar Wahyu saat meninjau kegiatan.
Meski demikian, terdapat beberapa catatan dari hasil pemeriksaan, di antaranya beberapa pengemudi mengalami tekanan darah cukup tinggi akibat baru menempuh perjalanan jauh. Selain itu, satu pengemudi tercatat memiliki respons pendengaran yang kurang baik sehingga perlu pemeriksaan lanjutan.
Peninjauan di Terminal Arjosari tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli, Kasatlantas AKP Rio Angga Prasetyo, Kepala BNN Kota Malang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, serta Kepala UPT Terminal Arjosari.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus AKAP dan AKDP ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan faktor manusia atau human error, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
“Langkah ini bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat saat mudik dan momen liburan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mengurangi fatalitas korban di jalan raya,” ungkap AKP Rio.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 115 pengemudi, rata-rata kadar gula darah dinyatakan normal dan seluruh hasil tes narkoba menunjukkan hasil negatif.
Namun demikian, terdapat satu pengemudi yang terdeteksi memiliki kadar alkohol sebesar 0,2, meski masih dalam batas aman dengan pendamping pengemudi cadangan. Selain itu, satu pengemudi dengan kondisi pendengaran berkurang tetap dipantau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi, kami berharap perjalanan masyarakat saat arus mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” pungkas AKP Rio.
Melalui sinergi Polresta Malang Kota, Pemkot Malang, BNN, serta Dinas Perhubungan, kegiatan ini diharapkan mampu mendeteksi potensi gangguan lalu lintas sejak dini serta menjaga keselamatan pengemudi, penumpang, dan awak bus. Upaya ini sekaligus mendukung kelancaran arus mudik yang aman, tertib, dan nyaman pada momen libur Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga




















































