BACAMALANG.COM – Bulan Ramadan membawa berkah bagi banyak pelaku usaha kuliner, termasuk jajanan pasar. Permintaan yang meningkat membuat omzet penjualan ikut melonjak, seperti yang dirasakan oleh empat pelajar Madrasah Aliyah (MA) An-Nur Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Mereka adalah Dinda, Citra, Maulidatul, dan Windi, siswi kelas 3 yang sukses mengembangkan usaha kuliner lumpia pedas. Menariknya, usaha tersebut awalnya hanya berawal dari tugas sekolah, namun kini berkembang menjadi bisnis kecil yang menjanjikan.
“Kami senang penjualan meningkat saat Ramadan. Usaha ini berawal dari tugas sekolah untuk membuat produk kuliner yang bisa diperjualbelikan. Saat itu kami mencoba membuat lumpia pedas sebagai bagian dari penilaian. Ternyata responsnya sangat baik dan banyak yang tertarik membeli kembali,” ujar Dinda kepada Bacamalang.com.
Kegiatan berjualan ini tidak hanya memberi tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam belajar berwirausaha. Para siswi tersebut belajar mengatur keuangan, bertanggung jawab, serta pandai membagi waktu antara sekolah dan usaha.
Biasanya mereka menyiapkan bahan maupun memproduksi pesanan setelah pulang sekolah atau saat akhir pekan. Motivasi utama mereka adalah belajar mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Selain itu, usaha ini juga membantu pembiayaan kebutuhan menjelang kelulusan sekolah.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama saat tugas sekolah menumpuk atau ketika menghadapi masa ujian. Selain itu, mereka juga harus menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk agar pelanggan tetap puas.
Untuk memasarkan produknya, mereka memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Selama Ramadan, permintaan meningkat sehingga mereka menerapkan sistem pre order agar pesanan dapat dikelola dengan lebih teratur.
“Saat Ramadan kami lebih aktif promosi lewat media sosial karena permintaan meningkat, dan kami juga menggunakan sistem pre order agar pesanan lebih teratur,” tambah Dinda.
Ke depan, mereka berencana menambah variasi produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas jangkauan pemasaran. Teknologi juga dimanfaatkan untuk mempermudah pemesanan dan pembayaran melalui transfer.
Para siswi ini juga memiliki pesan bagi anak muda lainnya agar tidak ragu memulai usaha sejak dini.
“Jangan merasa terlalu kecil untuk memulai sesuatu yang besar. Mulailah dengan niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas, mereka selalu memilih bahan yang segar dan menggunakan takaran yang tepat. Dalam menghadapi persaingan, mereka fokus menjaga cita rasa, kejujuran, serta pelayanan yang ramah kepada pelanggan.
Sebagian keuntungan dari usaha ini digunakan untuk menambah modal usaha, sementara sisanya ditabung sebagai bentuk latihan kemandirian dan tanggung jawab.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































