BACAMALANG.COM – Kemunculan H Gunawan Wibisono HS dalam percaturan bakal calon Bupati Malang tidak dipungkiri menghebohkan jagat perpolitikan Kabupaten Malang.
Bak petir di siang bolong, partisipasi pria yang biasa disapa Abah Gun, berpacu dalam perebutan kursi N1 tentu mengejutkan semua pihak yang selama ini hanya terfokus membicarakan sosok itu-itu saja. Kemudian selama ini sosok petahana diumpamakan sebagai bintang yang bersinar, namun tiba-tiba redup oleh awan.
Sebagian pengamat politik berpandangan bahwa kemunculan Abah Gun dalam kontestasi politik Kabupaten Malang sebagai penantang petahana memberi sinyal bahwa dirinya mampu mengkonversi ancaman menjadi peluang, sehingga dengan sekali gebrak, ibarat pesawat terbang, posisi petahana sedang mengalami turbulensi ekstrem.
Sementara diakui atau tidak, banyak figur yang tersedot untuk disandingkan dengan Abah Gun. Hal itu membuktikan bahwa Abah Gun seperti magnet yang memiliki daya tarik sangat kuat.
Meskipun rekomendasi dari partainya, PDI Perjuangan, belum ada di genggaman tangan Abah Gun, tetapi sejumlah partai politik telah menunjukkan ketertarikannya kepada pria asal Kecamatan Gondanglegi itu. Bahkan, istilah ‘ABS’, akronim dari kata Asal Bukan Sanusi, muncul kembali belakangan ini. Istilah itu populer pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 silam.
Apabila istilah ‘ABS’ benar-benar menjadi kenyataan, dan Abah Gun mendapatkan restu dari DPP PDI Perjuangan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2024, ada peluang besar bagi sejumlah partai politik untuk segera merapat serta mengajukan nama masing-masing jagoan mereka.
Sejumlah elit politik yang selama ini sudah banyak digadang-gadang dan disandingkan dengan Abah Gun diantaranya seperti, Siadi Golkar, Chusni Mubarok Gerindra, hingga Kresna Dewanata Phrosakh NasDem. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir banyak kabar berhembus bahwa Dewanata Phrosakh bermanuver menuju Pilkada Kota Malang atau Batu.
Direktur LSM Jampud (Jaringan Aliansi Pemuda untuk Demokrasi), Agus Sadullah menyebutkan, ada sosok lain yang dinilai pantas mendampingi Abah Gun dalam pertarungan Pilkada Kabupaten Malang. Sosok itu adalah mantan Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman.
“Kalau Abah Gunawan digandengkan dengan Dokter Umar, bukan hanya sekedar pantas tapi sempurna. Ibarat kata pasangan, ini pasangan dwi tunggal, yang bisa saling melengkapi dan saling mengisi. Apalagi kabarnya Dokter Umar juga dilirik oleh Golkar untuk diusung di Pilkada Kabupaten Malang,” katanya, Rabu (29/5/2024).
Ditambahkannya, apabila Abah Gun sudah mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan dan kemudian dr Umar Usman mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon Wakil Bupati dari Golkar dan Gerindra, maka pesta demokrasi kali ini akan sangat seru. Terlebih, ada isu yang beredar bahwa Sanusi akan balik kucing ke partai lamanya, PKB.
“Kalau ibaratnya, dalam tokoh pewayangan, Haji Gunawan itu seperti Yudhistira, yang memiliki pembawaan bijaksana, rajin bekerja, rendah hati, menghormati dan melayani, berwatak setia, belas kasih, dan yang terpenting tahu balas budi. Sehingga dari kepribadian ini saya meyakini disandingkan dengan siapapun, akan dipilih oleh masyarakat Kabupaten Malang yang sudah diambang kecemasan menunggu harapan yang tak kunjung terwujud selama 4 tahun ini,” tegasnya.
Lain Sadullah lain Suwaji, pemerhati kebijakan publik dari Garis Hitam Society Movement. Suwaji berpendapat bahwa di kalangan para petinggi partai penguasa saat ini ada wacana akan memunculkan nama Budiar Anwar. Budiar sekarang diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Permukiman Kawasan Perumahan dan Cipta Karya Kabupaten Malang.
Dari sudut pandang Suwaji, sosok Budiar sudah cocok menjadi calon Wakil Bupati Malang untuk mendampingi Abah Gun. Menurutnya, Budiar memiliki pengalaman yang lebih dari cukup dalam dunia birokrasi.
“Kalau dari kalangan birokrasi, Pak Budiar itu juga bagus disandingkan dengan Abah Gun, beliau bisa masuk lewat Gerindra atau Golkar untuk mendampingi Haji Gunawan, ditambah PKB bisa bergabung, karena infonya PKB juga masih cair, ditambah Hanura juga merapat, maka hanya akan tersisa NasDem, Demokrat dan PKS. Ibarat petinju, Sanusi akan gantung sarung tinju sebelum masuk waktunya,” ujar Suwaji yang diamini oleh Sadullah atas munculnya nama Budiar Anwar sebagai sosok yang tepat mendampingi Abah Gunawan.
Sejatinya, pencalonan Abah Gun seperti lorong waktu, yang memunculkan inspirasi pengamat politik untuk menggali informasi lebih banyak lagi tentang tokoh di Kabupaten Malang, yang nyaris luput dari radar perhelatan Pilkada, sebagaimana munculnya sosok Budiar yang merupakan menantu dari Abdul Hamid, Bupati Malang dua periode yang menjabat pada tahun 1985 hingga 1995. Melihat latar belakang itu, Budiar sebenarnya sudah memiliki modal dari ‘trah’-nya yang memiliki rekam jejak menjadi pemimpin di Kabupaten Malang.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































