BACAMALANG.COM – Diduga akibat gas elpiji 3 kilogram meledak, rumah milik Rakhmat Wagiono (57) di Jalan Mergan Lori Gang 2 C RT 5 RW 6 Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang hancur berantakan, Jumat (5/7/2024).
Rumah tersebut hancur dan ledakan itu terdengar keras hingga radius sekitar 50 meter, sehingga membuat kaget warga sekitar.
Akibat kejadian tersebut, korban pemilik rumah, Wagiono mengalami luka bakar di tangan kanan, wajah, dada, dan salah satu telapak kakinya luka robek. Korban pun dilarikan ke RS Panti Waluya Sawahan Malang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Menurut informasi di lokasi kebakaran, bagian rumah yang hancur akibat ledakan tersebut seluas 3 x 10 meter persegi. Terlihat, di bagian dindingnya hancur dan seluruh kaca jendelanya pecah.
Ledakan itu juga sempat menimbulkan kobaran api, mengakibatkan Honda Beat milik anak korban bernopol N-6130-ABN yang terparkir di depan rumah ikut terbakar.
Supardi (60) salah seorang saksi mata yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian, menceritakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.50 WIB.
“Tahu-tahu ada suara ledakan cukup keras, terdengar sampai rumah saya yang jaraknya sekitar 50 meter terasa bergetar. Ketika saya datang, ternyata rumahnya pak Wagiono hancur dan sepeda motornya terbakar. Kobaran api yang membakar sepeda motor, langsung dipadamkan oleh warga,” ujarnya, Jumat (5/7/2024).
Dirinya juga menjelaskan, ledakan itu terjadi saat korban sedang memasang elpiji untuk alat pemanas air.
“Jadi, korban ini sedang memasang elpiji untuk alat pemanas air. Saat memasang itu, kemungkinan gasnya bocor dan kondisi rumahnya tertutup,” jelasnya.
“Saat itu bersamaan, kompornya masih menyala sehingga terjadi ledakan tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, Mugi (48) adik korban yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi kejadian, mengaku syok dengan suara ledakan tersebut.
“Saat itu, posisi saya sedang betulin pintu depan rumah. Tiba-tiba, ada ledakan keras itu,” terangnya.
Setelah itu, ia langsung keluar rumah. Bersama dengan warga, ia pun ikut menolong korban.
“Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, karena mengalami luka bakar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, Agoes Soebekti memastikan, bahwa ledakan itu terjadi karena kebocoran gas elpiji.
“Kami tiba di lokasi sekira pukul 17.08 WIB dan langsung melakukan asesmen. Dari keterangan keluarga korban, penyebab ledakan karena kebocoran gas elpiji 3 kilogram,” terangnya.
Pihaknya juga menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Akibat ledakan itu, korban pemilik rumah mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Untuk kerugian materi, ditaksir mencapai Rp 150 juta,” tandasnya.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































