Ekosistem Musik di mBatu, Sekedar Hobi atau Siap Industri? - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 23 Mar 2023 12:58 WIB ·

Ekosistem Musik di mBatu, Sekedar Hobi atau Siap Industri?


 Sarasehan perdana Ekosistem Musik, di Zona Kreatif, Batu Tourism Mall.(ist) Perbesar

Sarasehan perdana Ekosistem Musik, di Zona Kreatif, Batu Tourism Mall.(ist)

Oleh : Muhammad Anwar*

Jadi tema pada sarasehan perdana hari Senin malam 20 Maret 2023 bertempat di Zona Kreatif – Batu Tourism Mall.

Sebuah fasilitas publik yang berfungsi sebagai wahana fasilitasi pengembangan pelaku 17 subsektor ekonomi kreatif oleh Dinas Pariwisata Kota Batu.

Fyi, Sinergi Musisi adalah komite seni musik diawali oleh Musisi 90an, Batu Total Indiependent, Batu Drum Talent, dan masih membuka kolaborasi bagi komunitas musik yang lainnya.

Pemantik sarasehan dibuka oleh Didik Soemidi Soemintarjo, sosok senior pergerakan masyarakat dan seni mocopat Kota Batu.

Beliau membedah runut aspek kebudayaan, linimasa kekaryaan, cerita romantisme era tahun 70-90 an, namun juga pemantau aktifitas kekinian musikalitas arek-arek mBatu hari ini.

Pemantik kedua Iksan Saibo Obiez Kuichi, gitaris Ishokuichi dan Moral Marit yang kini menekuni platform distibusi digital Agregator.




Monetize karya lagu menjadi pundi rupiah dari jagad digital lewat Minor Label Music Publisher coba dibangun Saibo secara profesional sekaligus memotivasi rekan-rekan komunitasnya bahwa membangun hulu hilir ekosistem musik dapat dimulai dari tahapan terkecil, murah dan mudah. Modal utama kemauan belajar, mengasah mental, dan konsisten.

Pemantik ketiga Mas Koko Harsoe, musisi jazz asli Ngaglik yang memilik karir musik panjang dimulai dari festival, akademi, sampai memprovoke atmosfer musik jazz di Pulau Bali lewat beragam entitas yang dibangunnya.

Mas Koko membahas peluang dan tantangan serta insight-insight menjadi musisi profesional, dan pentingnya peran aktivis penggerak ekosistem.

Keputusan untuk pulang kampung ke Batu dan membuka entitas sekolah musik meski masih riwa – riwi Batu – Bali.

Presentasi materi yang ringan, ringkas, nun padat dari eksperience beliau, menggugah semangat teman-teman menimba wawasan bahwa menjadi musisi tidak sekedar musikal.




Bahwa ada aspek business sector, akademik, literasi, network, crowdfunding dan activistme.

Ringkasan sarasehan bermuatan analisa, saran, dan kritik tajam perihal Ekosistem, Support System, Roadmap Komunal, Konektifitas, Blueprint Kekaryaan, dan Otentik :

  • Pentingnya kesadaran “holding management” di pelaku komunitas music agar muncul tata kelola dan posisi tawar seniman di ranah industry.
  • Ekosistem berbicaranya diawali dari support system, yaitu : konektifitas SDM dan infrastruktur di dalamnya. Mindset holistik (keterlibatan menyeluruh) seniman musik harus fokus pada capaian.
  • Blueprint aktifitas komunal mesti ada keluaran konkrit (output). Jare Mbah Didik, sebelum mbahas visi misi target jangka pendek, menengah, panjang. Intine dimulai dari “Seberapa Rukun Panjenengan Sedoyo?”.
  • Cobalah secara kolektif fokus mengorbitkan satu “superstar music artist” dari Batu, lalu kemudian terkelola baik secara kapasitas dan profesionalitasnya.

Agar dapat jadi pattern seniman musik selanjutnya, menumbuhkan motivasi berkesenian musik yang terlihat jelas ujung pangkalnya.

Sebagai ex-pekerja di industri musik mainstream, saya sepakat. Kira-kira ini yang juga jadi pengamatan sekaligus harapan audiens.

  • Parameter capaian sukses lainnya agar semakin muncul seniman musik dari mBatu yang karyanya dapat mengorbit, menggaung meluas, diapresiasi dan mendapat tempat di jagad industri hari ini.

Barayudha, sosok muda arek mBatu yang cukup nekad masuk di circle Denny Cak Nan layak diapresiasi visi bermusik, misi industri, mental, dan pola dia mengelola jaringan.

  • Panduan slide dengan judul Ekosistem Musik paparan mas Koko Harsoe jadi trigger panduan Sinergi Musisi Kota Batu untuk mulai menemukan bentuknya.
  • Pemerintah perannya di mana? Di slide paling akhir poin paling akhir. Begitu mas Koko menempatkan dan kami amini peletakannya.

#kreatifitasberdampak

*) Penulis : Muhammad Anwar Founder Komunitas Jelajah Kampung
*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari BacaMalang.com




Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jangan Mudah Membid’ahkan, Islam Mengajarkan Kebijaksanaan

21 Juli 2026 - 09:19 WIB

Polisi Vs Jaksa

19 Juli 2026 - 06:00 WIB

Menata Kelola Aset Negara: Catatan Hukum dari Polemik Lahan Pagak

13 Juli 2026 - 08:01 WIB

Restorative Justice: Jalan Tengah Efisien Selesaikan Sengketa Pidana Tanpa Meja Hijau

11 Juli 2026 - 14:17 WIB

Jangkar, Pelabuhan Menuju Selat Madura

8 Juli 2026 - 09:00 WIB

Peran Mindful Eating dalam Menjaga Kesehatan Mental

23 Juni 2026 - 19:47 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !