Forkompimda Kabupaten Malang Tinjau Check Point Sendangbiru dan Ampelgading - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 14 Apr 2020 18:17 WIB ·

Forkompimda Kabupaten Malang Tinjau Check Point Sendangbiru dan Ampelgading


 Forkompimda Kabupaten Malang Tinjau Check Point Sendangbiru dan Ampelgading Perbesar

BACAMALANG.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkompimda Kabupaten Malang meninjau dua tempat check point mudik Coronavirus disease 2019 atau Covid-19, Selasa (14/4/2020).

Dua tempat tersebut berada di area dermaga Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Balai Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading. Peninjauan posko check point itu dilakukan oleh Bupati Malang, HM Sanusi; Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar; Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad; serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, H Kholiq.

Menurut Sanusi, dermaga Sendangbiru dipilih sebagai salah satu posko check point lantaran di kawasan tersebut terdapat banyak nelayan yang datang dari berbagai daerah untuk bersandar.

“Semua pintu masuk dari luar daerah, kita bikin check point, termasuk Sendangbiru ini. Di bandara kita ada check point, di pelabuhan kita ada check point, terus di perbatasan wilayah juga ada check point,” kata Sanusi.

Forkompimda Kabupaten Malang saat berada di dermaga Sendangbiru (Dhimas)

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyatakan jika sejumlah nelayan dan kapal yang datang bersandar di Sendangbiru wajib mengikuti prosedur kesehatan yang telah ditetapkan di check point tersebut.

“Karena pelabuhan Sendangbiru ini bukan hanya nelayan dari sini, tapi banyak pendatang juga. Contohnya dari Sinjai, Sulawesi Selatan, Selayar, Bulukumba dan lain sebagainya. Jadi setiap kapal yang masuk nanti pada saat turun nelayannya, akan dilakukan penyemprotan disinfektan kapalnya, kemudian nelayannya disemprot anti septik. Mereka harus masuk check point ini untuk diperiksa kesehatannya,” terangnya.

Selain diperiksa kesehatannya, para nelayan juga akan di data. “Kemudian dilakukan pendataan, seperti dari KTP, juga ada brosur kesehatannya gitu, untuk mengetahui kesehatannya dan riwayat perjalanannya nelayan ini sebelumnya,” tukas Hendri. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kompetensi Rekam Medis Menjadi Fondasi Tersembunyi di Balik PasarGo

17 September 2026 - 12:41 WIB

PKH Plus Disalurkan di Pakisaji, 64 Lansia Terima Bantuan untuk Ringankan Kebutuhan Harian

17 September 2026 - 10:14 WIB

Abdul Qodir Dukung Kejaksaan Kabupaten Malang Usut Tuntas Perkara Pasar Karangploso

16 September 2026 - 22:06 WIB

Laporan Masuk via 110, Polsek Sukun Gerak Cepat Selidiki Dugaan Pelecehan Mahasiswi

16 September 2026 - 19:08 WIB

987 Siswa SMK PGRI 3 Malang Dapat Tablet, Belajar Coding hingga AI Jadi Lebih Terintegrasi

16 September 2026 - 18:54 WIB

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Batu Berbagi Bingkisan untuk Driver Ojol

16 September 2026 - 17:49 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !