BACAMALANG.COM – Menjalankan misi suci menyuarakan keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan membuat Narendra Wicaksono harus tangguh dan kuat. Tak hanya kuat fisik dan stamina, namun juga psikologis dan mental baja wajib dimiliki.
Meskipun hanya ada satu netizen yang nyinyir terhadap Narendra, namun hal tersebut selayaknya tidak terjadi.
Hal ini karena Narendra telah menjalankan perjuangan dengan ikhlas demi menarik simpati dan dukungan untuk keadilan korban Tragedi Kanjuruhan.
Pemberitaan perlu dilakukan untuk memberikan literasi positif kepada pembaca, mengungkapkan klarifikasi keadaan yang sebenarnya, serta secara psikologis menguatkan tekad Narendra menuntaskan misi mulianya.
Seorang netizen sebut saja RP, mengomentari dirinya yang dinilai terlihat lebih banyak jalan-jalan dan mencoba kuliner ketimbang gowes.
Berikut percakapan chat Narendra dengan RP :
RP : “Kenapa tidak gowes. Nah ini kamu cocok jadi vloger makanan Bung Rendra. Mana kemanusiaanmu untuk Justice Kanjuruhan Bung kok lebih banyak jalan-jalan.”
Narendra : “Wah aku makan hanya untuk menghindari lapar saja.”
RP : “Titip pesan jika memang Allah
mengijinkan dirimu sampe Mekkah Bung, ingatkan pada pemimpin Arab jangan tertidur pulas, mereka melihat Negara Palestina yang terseok-seok secara ekonomi, manusianya, mereka membutuhkan
perhatian segera oleh para pemimpin Arab.”
Narendra : “Perang kita bukan perang melawan kafir sebagaimana kaum fundamentalis, Perang kita bukanlah perang melawan bangsa lain sebagaimana kaum nasionalis. Dunia tidak terbagi antara yang kafir dan yang beriman. Bangsa yang baik atau bangsa yang jahat. Tetapi kelas penguasa dan yang dikuasai, penindas atau yang ditindas. Tidak ada perang selain Perang Kelas!.”
RP : “Berarti anda acuh terhadap penderitaan bangsa Palestina dong Bung, padahal Kanjuruhan dan Bangsa Palestina sama-sama tertindas.”
Selanjutnya Narendra menuturkan, sebelumnya RP juga nyinyir kenapa ia tidak mengangkat isu tentang Palestina.
Nyinyir kenapa dirinya naik pesawat dan tidak gowes untuk lintas Asia Tenggara menuju Asia Selatan.
“Saya menanggapi dengan santai karena orang tersebut belum pernah berada di posisi saya. Jadi saya cukup tanggapi dengan tombol love dan jempol. Saya tidak pernah menganggap orang-orang seperti ini menyebalkan kok. Doakan saja misi saya berhasil,” tutupnya.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi India.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































