Harga Anjlok, Petani Cengkeh di Kabupaten Malang Menjerit - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Agu 2020 16:25 WIB ·

Harga Anjlok, Petani Cengkeh di Kabupaten Malang Menjerit


 Harga Anjlok, Petani Cengkeh di Kabupaten Malang Menjerit Perbesar

BACAMALANG.COM – Anjloknya harga cengkeh di Kabupaten Malang membuat sejumlah petani menjerit. Mereka mengeluhkan harga yang terus turun berkisar antara 45 ribu hingga 50 ribu per kilogram. Sebelumnya harga cengkeh mencapai antara Rp 90 ribu hingga 100 ribu perkilogram.

Menurut sejumlah petani cengkeh, hasil panen cengkeh kali ini secara kualitas tidak terlalu buruk. Namun, dari sisi penjualan membuat petani mengelus dada.

“Kalau hasil panen sih tergolong bagus, hanya saja harga penjualannya yang sangat jauh dari harapan. Paling tinggi pembeli hanya menawar Rp50 Ribu  per kilogram,” kata Diki, petani cengkeh di desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Jumat (20/8/2020).

Dia mengaku tidak tahu apa penyebab rendahnya harga beli dari petani, kebanyakan para pembeli berdalih adanya wabah Virus Corona sehingga memengaruhi penjualan.

“Katanya sih karena ada virus Corona, penjualanya lagi agak susah, tetapi pastinya saya tidak tahu kenapa harga jadi anjlok,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Eko Prasetyo, petani cengkeh asal desa Sukodono, kecamatan Dampit, Malang. Petani berharap harga cengkeh bisa kembali normal seperti sebelumnya.

Eko mengaku, kondisi anjloknya harga cengkeh ini sangat memukul para petani. Dikatakan, petani sudah menunggu lama untuk melakukan panen dan menjualnya dengan harga yang diharapkan. Namun saat masa panen tiba harga penjualan malah jatuh.

“Ya mau gimana lagi, petani hanya bisa pasrah dengan harga yang ditawarkan, mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan kondisi, sehingga ada kenaikan harga kedepannya,” pungkas Eko. (Lis/red)

Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Deteksi Dini TBC di Poncokusumo: 180 Warga Jalani Skrining, 10 Orang Terindikasi Sugestif

1 Juli 2026 - 13:32 WIB

Asah Kemampuan Penyidik, Satreskrim Polres Malang Tuntaskan Dikbangpes Bintara Reserse Mandiri 2026

1 Juli 2026 - 13:00 WIB

Viral Usai Bobol Konter HP, Residivis Spesialis Curat Dibekuk Satreskrim Polresta Malang Kota

1 Juli 2026 - 09:39 WIB

BeSS Resort Malang Ajak Anak Belajar dari Alam Lewat “Kembali ke Kebun”

1 Juli 2026 - 09:34 WIB

Polres Batu Tuntaskan 6 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Seluruh Berkas Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Juli 2026 - 09:21 WIB

Edukasi PLTS Hadir di Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Dorong Kemandirian Energi Warga

1 Juli 2026 - 09:15 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !