K
BACAMALANG.COM – Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,39% (month-to-month/mtm) pada September 2025, dipicu oleh kenaikan harga komoditas makanan, khususnya daging ayam ras. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, pada Rabu (1/10/2025).
Febrina menjelaskan bahwa kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,20% (mtm). Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang utama dengan andil 0,15%, disebabkan oleh berkurangnya pasokan di tingkat pedagang eceran akibat penurunan produksi unggas di kalangan peternak.
Selain daging ayam, komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain emas perhiasan (0,13%), beras (0,03%), sigaret kretek mesin (SKM) dan jeruk (masing-masing 0,02%). Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh lonjakan harga emas global, sementara terbatasnya pasokan beras premium dari produsen ke pengecer turut mengerek harga beras.
Meski tekanan inflasi meningkat, sejumlah komoditas mencatatkan deflasi dan menahan laju inflasi lebih tinggi. Komoditas tersebut meliputi bawang merah (-0,08%), tomat (-0,02%), terong, bawang putih, dan sawi putih/pecay/pitsai (masing-masing -0,01%), yang mengalami penurunan harga seiring dengan meningkatnya pasokan dan hasil panen.
Secara tahunan, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 2,67% (year-on-year/yoy), masih dalam rentang sasaran nasional. Febrina menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah strategis, seperti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 20 titik, pemantauan stok beras SPHP, serta rakor mingguan bersama Kemendagri.
“Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan program 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif,” tutup Febrina.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































