Harga Daging Ayam Melonjak, Inflasi Kota Malang Tembus 0,39% di September 2025 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 2 Okt 2025 09:35 WIB ·

Harga Daging Ayam Melonjak, Inflasi Kota Malang Tembus 0,39% di September 2025


 Komoditas daging ayam ras di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Nedi Putra AW) Perbesar

Komoditas daging ayam ras di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. (Nedi Putra AW)

K

BACAMALANG.COM – Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,39% (month-to-month/mtm) pada September 2025, dipicu oleh kenaikan harga komoditas makanan, khususnya daging ayam ras. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, pada Rabu (1/10/2025).

Febrina menjelaskan bahwa kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,20% (mtm). Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang utama dengan andil 0,15%, disebabkan oleh berkurangnya pasokan di tingkat pedagang eceran akibat penurunan produksi unggas di kalangan peternak.

Selain daging ayam, komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain emas perhiasan (0,13%), beras (0,03%), sigaret kretek mesin (SKM) dan jeruk (masing-masing 0,02%). Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh lonjakan harga emas global, sementara terbatasnya pasokan beras premium dari produsen ke pengecer turut mengerek harga beras.

Meski tekanan inflasi meningkat, sejumlah komoditas mencatatkan deflasi dan menahan laju inflasi lebih tinggi. Komoditas tersebut meliputi bawang merah (-0,08%), tomat (-0,02%), terong, bawang putih, dan sawi putih/pecay/pitsai (masing-masing -0,01%), yang mengalami penurunan harga seiring dengan meningkatnya pasokan dan hasil panen.

Secara tahunan, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 2,67% (year-on-year/yoy), masih dalam rentang sasaran nasional. Febrina menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah strategis, seperti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 20 titik, pemantauan stok beras SPHP, serta rakor mingguan bersama Kemendagri.

“Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan program 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif,” tutup Febrina.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kemenaker Apresiasi Program Magang dan Pembinaan SDM di Lapas Kelas I Malang

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Kepemilikan SPPL Wajib, Minimalisir Pencemaran Lingkungan dalam MBG

7 Mei 2026 - 14:40 WIB

Tanam Kacang Lurik Madu di SAE Ngajum, Ditjenpas Jatim Perkuat Program Ketahanan Pangan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Kota Malang Borong Dua Penghargaan Halal 2026, Wali Kota Wahyu Perkuat Daya Saing UMKM

5 Mei 2026 - 15:36 WIB

PWI Pusat Finalisasi AD/ART dan Siapkan Transformasi Digital lewat Website hingga Podcast

5 Mei 2026 - 09:16 WIB

Inspiratif, Siswa SMPN 2 Pakisaji Terbitkan 5 Buku Orisinal Hasil Karya Sendiri

3 Mei 2026 - 07:36 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !