Kapolri

Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang. (ist)

Oleh : Dr Riyanto*

Kapolri : “…..kepalanya yang akan saya potong”.

Kasus Brigadir J, simpel. “Tempatnya jelas, yang nembak jelas, pistolnya jelas, proyektil jelas, selongsong jelas, darahnya, CCTV jelas. Semuanya jelas,” kata mantan Kabareskrim, Susno Duaji.

Tampak rumit !!
Ada terasa gerak senyap, seperti jiwa korsa Serda Ucok Kopassus Kandang Menjangan.

Akhirnya Kapolri menurunkan tim khusus di bawah kendali Wakapolri. Panglima TNI, juga menurunkan tim forensik berpengalaman.

“Usut tuntas, jangan ditutupi. Makna pesan Presiden, “Ada Jenderal.-Jenderal yang tidak terpakai.
Pada hari ke duapuluh tiga, kasus ini, bagai sekam di dalam ada api.

Kapolri berjanji, “Kalau tidak mampu membersihkan ekor, kepalanya yang akan saya potong.
Mengerikan !
Mengapa tidak berkata, “Bila 17 Agustus belum tuntas, Saya mengundurkan diri,”

*Dr Riyanto: Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang
*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.