BACAMALANG.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan ruko di Jalan Raya Tidar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (22/9/2026) pagi. Kobaran api menghanguskan tiga bangunan, yakni penginapan RedDoorz, toko kelontong Madura, dan satu ruko kosong.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Menurut Wiwit, juru parkir yang berada di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat dari toko kelontong yang berada di kawasan ruko tersebut.
“Api disertai kepulan asap tebal langsung membesar dan menyambar bangunan ruko di sebelahnya. Tamu yang berada di penginapan RedDoorz juga langsung keluar dalam kondisi panik,” ujarnya.
Wiwit mengatakan, toko kelontong tersebut baru beroperasi sekitar tiga bulan. Toko yang buka selama 24 jam itu menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, rokok hingga bensin.
Saat kebakaran berlangsung, beberapa kali terdengar suara ledakan. Wiwit menduga suara tersebut berasal dari botol atau wadah berisi bensin yang berada di depan toko.
“Tadi juga ada suara ledakan beberapa kali. Kemungkinan berasal dari beberapa botol bensin yang berada di depan toko,” katanya.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dan 15 personel dikerahkan ke lokasi.
Petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api sekitar pukul 10.45 WIB. Proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti, meski kepulan asap tebal membuat petugas harus menggunakan alat bantu pernapasan.
“Alhamdulillah sekitar pukul 10.45 WIB, kebakaran berhasil dipadamkan. Tidak ada kendala atau kesulitan dalam proses pemadaman, hanya kepulan asap tebal sehingga personel harus menggunakan alat bantu pernapasan,” terang Pandu.
Namun, kebakaran tersebut menimbulkan korban jiwa. Dua orang penjaga toko kelontong menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu korban mengalami luka bakar cukup parah dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Sementara satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia di dalam bak kamar mandi yang berada di lantai dua ruko.
“Untuk korban semuanya laki-laki. Korban yang meninggal ditemukan di dalam bak kamar mandi yang berada di lantai dua. Kemungkinan dia hendak mencari perlindungan, tetapi di lantai atas tidak terdapat jalur evakuasi sehingga terjebak,” jelas Pandu.
Korban diduga meninggal akibat menghirup asap tebal saat berusaha menyelamatkan diri.
Terkait penyebab kebakaran, Pandu menyebut api diduga bermula ketika salah satu korban sedang memasak mi di lantai satu. Api dari kompor kemudian diduga menyambar tempat penyimpanan bensin yang berada di dekatnya.
“Ketika itu salah satu korban sedang memasak mi di lantai satu. Kemudian api menyambar tempat penyimpanan atau jerigen berisi bensin,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas kedua korban masih belum diketahui. Tim INAFIS Polresta Malang Kota juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta kondisi bangunan yang terbakar.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































