Kenaikan Harga Daging Ayam Ras Dorong Inflasi Mei 2023 Kota Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 6 Jun 2023 08:55 WIB ·

Kenaikan Harga Daging Ayam Ras Dorong Inflasi Mei 2023 Kota Malang


 Penjualan daging ayam ras di pasar tradisional Kota Malang. Kenaikan harga daging ayam ras dorong inflasi bulan Mei 2023. (Nedi Putra AW) Perbesar

Penjualan daging ayam ras di pasar tradisional Kota Malang. Kenaikan harga daging ayam ras dorong inflasi bulan Mei 2023. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada bulan Mei 2023 mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), secara tahun kalender dan tahunan tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,14% (ytd) dan 4,22% (yoy). Hal ini diungkapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi mengatakan dalam siaran pers yang diterima Senin (5/6/2023), inflasi bulanan pada bulan ini relatif stabil dari bulan sebelumnya sebesar 0,24% (mtm).

Secara tahunan, inflasi tahunan Kota Malang pada bulan ini lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya 4,49% (yoy).

“Inflasi periode Mei 2023 didorong oleh kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran dengan sumbangan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,24% (mtm), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,02% (mtm) dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,01% (mtm). Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok transportasi dengan andil sebesar -0,03% (mtm) dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya dengan andil kurang dari -0,01% (mtm),” paparnya.

Berdasarkan komoditasnya, imbuh Samsun, inflasi Kota Malang terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, rokok kretek filter, bawang merah dan pisang masing-masing dengan andil 0,06%, 0,05%, 0,03%, 0,03%, dan 0,02% (mtm).

“Inflasi komoditas telur ayam ras terjadi seiring produksi yang menurun dan kenaikan harga pakan ternak. Inflasi daging ayam ras terjadi seiring kenaikan biaya produksi yang meliputi harga pakan ternak (jagung) dan harga Day Old Chicken (DOC),” urainya.

Dijelaskan Samsun, kenaikan harga rokok kretek filter sebagai imbas dari penyesuaian tarif cukai rokok sebesar 10% secara bertahap pada tahun 2023. Sementara kenaikan harga bawang merah dan pisang terjadi seiring menipisnya pasokan.

Komoditas bawang merah di sentra produksi Malang masih memasuki musim tanam. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terutama terjadi pada komoditas angkutan udara, cabai merah, ayam hidup, daging sapi dan cabai rawit, masing-masing dengan andil -0,02%, -0,01%, -0,01%, -0,01%, dan -0,01% (mtm).

Sementara Deflasi pada tarif angkutan udara terjadi seiring normalisasi permintaan pasca momen HBKN Idul Fitri.

Penurunan harga komoditas cabai merah dan cabai rawit terjadi seiring pasokan yang masih mencukupi di tengah sisa masa panen raya dan penurunan permintaan pasca lebaran.

Sementara deflasi pada harga daging sapi terjadi seiring moderasi permintaan pasca momen HBKN Idul Fitri.

Dari sisi global, ujar dia, penurunan inflasi berlanjut secara gradual, dipengaruhi harga komoditas yang masih tinggi serta persistensi inflasi inti akibat permintaan sektor jasa yang kuat dan keketatan tenaga kerja terutama di negara maju.

“Dari sisi domestik, tekanan inflasi terus menurun dan lebih rendah dari prakiraan. Namun demikian, risiko perkiraan El Nino dan tingginya biaya produksi pertanian masih perlu diwaspadai. Dalam rangka penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan penguatan ketahanan pangan,” tukasnya.

Pemerintah Daerah di wilayah kerja Bank Indonesia Malang pada bulan Mei 2023 telah melakukan capacity building dengan TPID Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk penguatan kompetensi dan refreshment anggota TPID, studi banding program kerja pengendalian inflasi serta penggalian potensi kerjasama antara Jawa Barat dan wilayah kerja BI Malang.

“Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia Malang akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan koordinasi TPIP-TPID untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 3,0% + 1%,” tandas Samsun.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BRI Malang Martadinata Tegaskan Lelang Agunan Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan Hukum

6 Mei 2026 - 10:43 WIB

Diduga Tak Transparan, Sisa Uang Hasil Lelang Nasabah Tak Dikembalikan, Advokat: Bisa Masuk Penggelapan dalam Jabatan

5 Mei 2026 - 19:56 WIB

Kopwan SBW Tembus Pasar Malaysia, Keripik Pisang Malang Jadi Primadona Buyer Kuala Lumpur

1 Mei 2026 - 14:45 WIB

Potensi Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi di Jawa Timur Capai Rp7,5 Miliar, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Komitmen Penegakan Hukum Polda Jatim

1 Mei 2026 - 10:52 WIB

Operasional KA di Stasiun Malang Tetap Normal, Lonjakan Penumpang Long Weekend May Day Mulai Terjadi

1 Mei 2026 - 09:41 WIB

Minimalisir Dampak Insiden di Bekasi Timur, KAI Daop 8 Lakukan Penyesuaian Pola Operasi di Stasiun Malang

29 April 2026 - 20:19 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !