BACAMALANG.COM – “Maaf, waktu SD apakah Bapak nakal atau tidak?”, “Apakah waktu SD dulu, ada pelajaran yang Bapak suka dan tidak suka?”, “Mengapa Bapak kok tiba-tiba waktu SMP harus pindah ke Probolinggo?”, “Dulu waktu SMA bagaimana kesan Bapak saat naik bemo?”, “Bapak lebih suka olahraga renang atau sepak bola?,”.
Itulah sebagian dari sederet pertanyaan para pemustaka anak dari 15 Rumah Pintar di Kota Malang kepada Pj. Wali Kota Dr. Ir. Wahyu Hidayat dalam sesi wawancara yang dihelat di balkon Balai Kota Malang, Rabu (22/5/2024).
Sebelum menjawab, Wahyu menerangkan kepada anak-anak tersebut, bagaimana posisinya sebagai Penjabat Wali Kota yang ditunjuk Presiden melalui Menteri Dalam Negeri sebagai ASN untuk memimpin Kota Malang dengan melaksanakan tugas dan wewenang wali kota karena terdapat kekosongan pada jabatan tersebut.
Wahyu menjawab langsung setiap pertanyaan yang diajukan para siswa SD dan SMP tersebut. Bahkan beberapa pertanyaan tersebut dijawab orang nomor satu di Pemkot Malang ini dengan detail.
Warga Bareng ini juga menyapa salah satu pemustaka, Farel Ferdianto dari Rumah Pintar Arek Bareng Tenes Cerdas, karena dulu pernah menuntut ilmu di sekolah yang sama, yakni SD Bareng Kulon 3 yang sekarang menjadi SD Bareng 3.
“Ya, saya dulu termasuk anak nakal, waktu di SD Bareng Kulon 3 saya sering main gobag sodor sampai lupa waktu sudah saatnya bel sekolah,” ujarnya sambil tersenyum.

Farel Ferdianto dari Rumah Pintar Arek Bareng Tenes Cerdas saat mengajukan pertanyaan kepada Pj. Wali Kota Dr. Ir. Wahyu Hidayat yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda), Ir. Yayuk Hermiati, M.H. Kepala Dinas Pendidikan Suwarjana, serta Kepala Dinas Kominfo, M. Nur Widianto, S.Sos. di balkon Balai Kota, Rabu (22/5/2024). (Nedi Putra AW)
Terkait bemo, Wahyu bercerita bahwa saat sekolah dirinya tidak punya motor, sehingga masih menggunakan bemo sebagai sarana transportasi.
“Anak-anak ada yang tahu bemo? Memang sekarang sudah jarang sekali terlihat, tapi waktu HUT Kota Malang 1 April lalu, saya kembali menyempatkan naik bemo lagi keliling Kota Malang,” tukas Pj. Wali Kota yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda), Ir. Yayuk Hermiati, M.H. Kepala Dinas Pendidikan Suwarjana, serta Kepala Dinas Kominfo, M. Nur Widianto, S.Sos.
Wahyu juga mengisahkan riwayat pendidikannya mulai masa SD, di SMP 6, SMA PPSP IKIP Malang hingga kuliah di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Ternyata Wahyu saat SMP sempat pindah ke Kota Probolinggo, meski kembali lagi ke Malang dan menyelesaikan SMA hanya dalam waktu 2 tahun saja karena menggunakan sistem modul.
Dikatakan pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda Kabupaten Malang ini, selama bekerja di lingkungan pemerintah daerah, dirinya berkuliah ke jenjang S2 dan S3, dan dua kali sekolah di luar negeri, yakni Belanda dan Australia.
“Tapi saya ini bekerja dari bawah lho, pernah jadi bagian kirim surat dan setelah melalui proses panjang, saya dapat menjadi Pj. Wali Kota seperti sekarang,” tukas pria yang hobi membaca dan olahraga sepak bola ini.
Wahyu juga memberi tips untuk menggapai sukses dalam menjalani kehidupan sejak sekolah, yakni disiplin, gemar membaca, jangan lupa untuk ikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta memilih jurusan sesuai hati nurani dan arahan orang tua.
Sesi wawancara ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak pemustaka, karena wawancara dengan Pj. Wali Kota ini digelar di Balkon Balai Kota Malang.
Selain mendapat kesempatan bertanya langsung, mereka juga dapat menikmati Balkon Balai Kota Malang, sebuah tempat spesial yang tidak diakses semua orang, dengan pemandangan Alun-alun Tugu Malang yang mempesona, khususnya di waktu malam.
Seperti diungkapkan Marsa Qonita Yasmin dari Rumah Pintar Lentera Ilmu, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
“Senang sekali bisa bertemu dan bertanya langsung dengan pak Pj. Wali Kota. Dari pertanyaan yang diajukan tadi, akan saya kembangkan dari berkas-berkas yang telah dibagikan, serta dari website dan internet,” tandas siswa kelas 6 SD Model Tlogowaru ini.
Kepala Dispussipda, Ir. Yayuk Hermiati mengungkapkan, sesi wawancara ini merupakan bagian dari proses penyusunan karya tulis buku Biografi Pj. Wali Kota Malang, serta rangkaian program Gelis Maca atau Gerakan Literasi Masyarakat Membaca yang digagasnya.
“Anak-anak ini merupakan perwakilan dari 15 Rumah Pintar kawasan pinggiran yang tersebar di Kota Malang. Sebelumnya mereka telah mendapat pembekalan lewat workshop Kepenulisan dan Wawancara dengan pemateri Dr. Ari Ambarwati, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Islam Malang (Unisma),” terangnya.
Yayuk mengatakan, hasil wawancara dari anak-anak pemustaka ini akan dikembangkan untuk penulisan buku biografi yang diagendakan dapat terbit saat launching Gelis Maca pada 10 Juni 2024 mendatang.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































