Launching Wisata Jembatan Kali Talang, Pemdes Bululawang Ingin Dikenal Nasional dan Mendunia

Foto bersama Launching Branding Wisata Jembatan Kali Talang Desa Bululawang di Kantor Kepala Desa Bululawang Kabupaten Malang. (Why)

BACAMALANG.COM – Terpilih untuk menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Desa (Pemdes) Bululawang Kecamatan Bululawang menggelar launching Wisata Jembatan Kali Talang, Jumat (31/12/21).

Untuk diketahui, jembatan Kali Talang ini merupakan bangunan lawas peninggalan masa Hindia Belanda. Lokasinya berada di sebelah tenggara Pasar Bululawang ± 500 meter. Nantinya, akan disulap menjadi wisata edukasi dan juga untuk penelitian bangunan bersejarah.

“Kita harus optimis, karena optimis ini akan menjadi besar bahwa ikon di Bululawang. InsyaAllah bisa nasional dan mendunia. Ini adalah branding atas jerih payah kita bersama menjadikan desa mandiri, ini perlu banyak hal sekali yang perlu kita bangun di sana,” ujar Kepala Desa Bululawang, Hasan Bashori

Kegiatan pembangunan untuk wisata Jembatan Kali Talang ini, lanjut dia, masih berjalan 30 persen. Pembangunan ini melibatkan sejumlah pihak, diantaranya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Perlu diketahui kami juga bekerjasama dengan lembaga lain. Dari UMM sudah mendesain secara keseluruhan konsep wisata Jembatan Kali Talang,” imbuhnya.

Koordinator Tim Desa Berdaya Joko Santoso menambahkan, saat ini sudah sejumlah bangunan, yakni gazebo, rumah pohon, spot foto selfie, mushola, dan gapura. “Untuk pelaksanaan Desa Berdaya InsyaAllah pertengahan Januari 2022 rampung. Dan untuk mempercantik tempat wisata ini kedepannya kami akan membangun cafe, tempat penginapan, flying fox dll,” tutur Joko Santoso.

Di kesempatan yang sama, Camat Bululawang Drs. Mardiyanto menyampaikan bahwa warga Bululawang patut bersyukur karena Desa Bululawang termasuk salah satu yang dikategorikan sebagai desa mandiri, yang terpilih untuk melaksanakan program Desa Berdaya. “Di antara 390 desa, hanya 14 desa, salah satunya adalah di Desa Bululawang. Kategori desa mandiri itu grade-nya paling tinggi,” terang Mardiyanto.

Mardiyanto menambahkan, apabila dalam program Desa Berdaya tahun ini berhasil, maka harapannya ke depan ada program-program lanjutan. “Desa Berdaya salah satunya harus bisa menciptakan inovasi, seperti pemanfaat lahan yang berpotensi bisa menjadi sesuatu yang positif. Kemudian ada ikon, ikon yang harus dimiliki di desa. Ketiga harus ada program yang memaksimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), ke-empat yaitu dukungan peran serta partisipasi masyarakat,” tutur Mardiyanto

Dalam kesempatan ini, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Drs. H. Suwadji S.ip., M.si. juga menyampaikan terkait potensi yang ada ini tentunya juga didukung tim kreatif, sehingga ikon desa itu memiliki nilai tambah. “Dukungan itu sebagai untuk nilai tambah di dalam pengembangan potensi dan mendatangkan manfaat baru. Branding juga tidak hanya tentang teknologi melainkan juga memberikan penasaran para wisatawan. Kalau program ini dalam kesempatan pertama ini dikelola dengan baik, kami akan menindaklanjuti ke progres berikutnya,” tutur Suwadji.

Suwadji berharap, proses pelaksanakan  termasuk pemanfaatan dan pemeliharaan harus melibatkan masyarakat. “Karena masyarakat terus terlibat melu handarbemi dan melu hangrungkebi, ikut memiliki dan bertanggung jawab,” tandasnya. (why/red)