BACAMALANG.COM – Menapaki kisah perjalanan pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono tidak lepas dari beragam peristiwa dan pengalaman yang dialaminya. Dalam momen kesendirian, Narendra merenung tentang segala yang telah terjadi selama gowes ini.
Pengalamannya di India sangat mengesankan dan memberikan pelajaran hidup yang berharga. Selain itu, Narendra menghadapi berbagai tantangan, termasuk ban bocor saat berada di Thailand.
Namun, dia bersyukur karena selalu ada “malaikat penolong” yang baik hati memberikan bantuan, meskipun awalnya dia harus berjuang untuk mencapainya.
Selain itu, dia juga menghadapi kritik dari netizen yang meragukan upayanya dalam mencari keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
Netizen berpendapat bahwa dia lebih cocok menjadi vlogger kuliner karena sering “jalan-jalan” dan mencicipi makanan di berbagai tempat. Namun, Narendra menghadapi semua ini dengan ringan dan santai.
Selama perjalanan di India, dia menghadapi kondisi alam yang memaksa dia untuk beradaptasi dan bertahan. Meskipun dia manusia biasa dengan daya tahan fisik terbatas, dia tetap berusaha.
Meski mengalami sakit, Narendra tetap merespon wawancara jarak jauh melalui WhatsApp dengan BacaMalang.com untuk keperluan pemberitaan harian.
Dia seolah mengabaikan rasa sakit demi perjuangan melalui literasi media agar seluruh dunia mengetahui dan memahami peristiwa ini.
Meskipun terkadang terasa seolah berjuang sendirian, Narendra Wicaksono percaya bahwa rencana Tuhan tak selalu dapat dimengerti oleh akal manusia.
Dalam perjalanan gowesnya, bantuan datang dari berbagai arah, meskipun tak semuanya dapat disebutkan satu per satu.
Pada saat-saat kritis, seperti ketika mengalami heat stroke, Narendra berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Ia merasa seolah dilahirkan kembali dan kini bersemangat karena tujuannya belum tercapai.
“Alhamdulillah sekarang ini saya telah sehat kembali. Saya merasa seperti dilahirkan kembali. Terima kasih untuk semuanya yang ikut mendoakan kesehatan dan keselamatan saya,” tandas Narendra kepada BacaMalang.com, Sabtu (15/6/2024).
Dalam percakapan dengan BacaMalang.com melalui WhatsApp, Narendra sering kali menyentuh tema kematian.
Ia berterima kasih kepada BacaMalang.com dan menyatakan bahwa jejak digitalnya dan perjuangan jurnalis akan tetap abadi, menjadi simbol konsistensi dan keteguhan dalam melawan ketidakadilan.
“Biar bagaimanapun aku berterima kasih dengan bacamalang cak, suatu hari jika aku sudah mati paling tidak jejak digital saya dan jenengan sebagai jurnalis yang terus berada di jalur perlawanan akan tetap abadi. Menjadi simbol konsistensi dan anti kompromi dengan kebatilan,” demikian tulis Narendra seperti yang diungkapkan dalam chat WA, Rabu (13/5/2024).
Saat ini dalam kondisi sehat dan bersemangat, Narendra melanjutkan tugas suci menyuarakan keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan dan telah tiba di Turki.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































