BACAMALANG.COM – Tangan Putra perlahan menggores warna pada gambar di sebuah kain. Meskipun tampak kesulitan, kerjasama dengan sang ibu membuat gambar itu akhirnya rampung juga.
Putra, 20, mengaku sangat senang dengan kegiatan seperti ini, meski awalnya dirinya sangat kesulitan untuk mengerjakan pewarnaan di atas kain.
“Kertasnya sudah disiapkan dari kemarin sama ibu, menggambarnya kesulitan juga, tapi dibantu ibu,” ungkap Putra yang hobi nge-dance ini.
Putra merupakan salah satu dari 29 anak yang sedang melukis Totebag di ruang seni lantai 4 Gedung Malang Creative Center (MCC) di Kota Malang, Sabtu (8/4/2023).
Acara bertajuk Anak Istimewa Melukis pada Totebag ini digelar Unit Layanan Disabilitas (ULD) Parekraf Kota Malang.
Koordinator ULD Parekraf Kota Malang, Ken Kerta menjelaskan, selain memaknai HUT ke-109 Kota Malang, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat minat anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas di bidang seni.

“Alasan kami yang utama sebenarnya ingin menghapus stigma di masyarakat bahwa anak disabilitas memiliki ketidakmampuan mengerjakan tugas, meskipun mereka telah memiliki keterampilan kerja. Sehingga anak-anak dengan disabilitas intelektual mengalami kesulitan dalam memperoleh kesempatan kerja, baik formal maupun informal,” ungkapnya.
Ken mengatakan even ini sebagai inisiatif untuk pemberdayaan anak-anak dengan disabilitas intelektual, di antaranya down syndrom dan grahita, sehingga akan memberi pandangan baru kepada masyarakat, bahwa sejatinya mereka sangat istimewa dan nyatanya bisa diajak untuk bekerja sama.
“Anak-anak down syndrome itu cenderung suka seni, seperti melukis, fashion show, menari, maupun main angklung. Nah ini kita dorong, salah satunya lewat seni ya melukis seperti saat ini,” ujarnya.
Selanjutnya pihak ULD Parekraf Kota Malang akan menyelesaikan karya anak-anak istimewa itu mulai dari proses menjahit, diberi waterglass supaya tidak luntur dan akhirnya menjadi sebuah totebag, tas jinjing berbahan kain yang ramah lingkungan, sebagai pengganti kresek/plastik.
Totebag ini, imbuh Ken, nantinya akan dihitung biaya produksinya agar bisa dijual.
“Nanti di even berikutnya mereka akan mendapat upah dari hasil karyanya tersebut,” tukasnya.
Sebelumnya sudah ada produk yang mereka hasilkan, seperti batik yang sudah tersedia di salah satu hotel di Kota Malang, serta keset yang dijual secara online.
“Intinya anak-anak istimewa ini membutuhkan wadah kreatif untuk diarahkan agar dapa berkarya,” tandasnya.
Unit Layanan Disabilitas (ULD) Parekraf ini adalah sebuah layanan unit untuk fasilitasi kebudayaan disabilitas, yang dibuka oleh Linksos atau Lingkar Sosial dan juga tim Parekraf Kota Malang, yang ada di Gedung Malang Creative Center (MCC).
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































