BACAMALANG.COM – Gelombang pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Malang Utara, khususnya Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kian mengkhawatirkan. Aksi pelaku tak lagi memandang tempat—bahkan lokasi ramai seperti area depan masjid pun kini jadi sasaran.
Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Dorowati–Mulyoarjo, Lawang. Sebuah sepeda motor dilaporkan hilang saat diparkir di depan masjid. Informasi tersebut pertama kali mencuat dari unggahan akun Evi Alexandria di grup Facebook Arek Lawang (ARELA) dan langsung menyita perhatian publik.
“Kalau ada yang menjual sepeda ini luur, punya mbak yang habis dicuri di Dorowati depan masjid—di Jl. Dorowati–Mulyoarjo–Lawang,” tulis Evi dalam unggahannya.
Ia berharap masyarakat yang melihat atau menemukan ciri-ciri sepeda motor tersebut segera melapor agar bisa membantu pemilik menemukannya kembali.
Unggahan itu tak hanya menuai simpati, tetapi juga membuka “kotak pandora” kasus serupa. Sejumlah warga lain ikut berbagi pengalaman pahit kehilangan kendaraan. Akun Sasti Ningsasi mengaku pernah kehilangan motor Honda Vario putih. Meski telah melapor ke pihak kepolisian, hingga kini motornya belum ditemukan.
“Sudah pernah merasakan kehilangan sepeda motor Vario putih juga, lapor polisi juga gak ketemu, mudah-mudahan dikasih rezeki yang lain mbak,” tulisnya.
Kisah lebih memilukan datang dari akun Sapiicantik. Ia mengaku kehilangan dua sepeda motor sekaligus dalam satu kejadian. Bahkan, saat aksi berlangsung, seluruh penghuni rumah dikunci di dalam kamar oleh pelaku.
“Sama saya juga pernah 2 motor sekaligus, malah semua orang rumah dikunciin di dalam kamar semua, berasa dirampok,” ungkapnya.
Rangkaian kejadian ini menjadi sinyal darurat bagi masyarakat Malang Utara. Tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan, terlebih pelaku kini semakin berani dan nekat dalam menjalankan aksinya.
Warga diimbau untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), menggunakan kunci ganda pada kendaraan, serta memastikan area parkir aman dan terpantau. Kolaborasi antarwarga dinilai menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































