Literasi Peringatan Hari Kartini, Pentingnya “Ruang Pulih” Perempuan yang “Terluka” - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 21 Apr 2026 14:32 WIB ·

Literasi Peringatan Hari Kartini, Pentingnya “Ruang Pulih” Perempuan yang “Terluka”


 Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, narasumber utama, mengungkapkan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya pencegahan, tetapi juga pemulihan mereka yang telah terluka, dalam talkshow bertajuk “Pelukan Kartini: Ruang Pulih bagi Perempuan dan Anak”memperingati Hari Kartini 2026 belum lama ini. (Humas Pemkab Malang) Perbesar

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, narasumber utama, mengungkapkan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya pencegahan, tetapi juga pemulihan mereka yang telah terluka, dalam talkshow bertajuk “Pelukan Kartini: Ruang Pulih bagi Perempuan dan Anak”memperingati Hari Kartini 2026 belum lama ini. (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Talkshow bertajuk “Pelukan Kartini: Ruang Pulih bagi Perempuan dan Anak” digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini 2026 belum lama ini. Acara ini menghadirkan ruang dialog sekaligus pemulihan bagi perempuan dan anak yang membutuhkan dukungan psikologis maupun sosial.

Talkshow berlangsung interaktif dengan menghadirkan beragam perspektif dari narasumber, serta diikuti antusias oleh komunitas perempuan, pegiat sosial, dan masyarakat umum. Momentum ini diharapkan memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan dan pemulihan bagi korban kekerasan.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, selaku narasumber utama, menekankan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Sering kali yang terabaikan bukan hanya pencegahan, tetapi bagaimana kita memulihkan mereka yang telah terluka. Ruang pulih adalah wujud nyata kepedulian,” ujarnya.

Dikatakannya, perlunya kolaborasi lintas sektor — pemerintah, masyarakat, keluarga, hingga individu — untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih kuat. Dengan begitu, semangat perjuangan Kartini dapat terus hidup dalam kehidupan masa kini.

Talkshow Pelukan Kartini menjadi peringatan simbolik sekaligus ajakan nyata untuk menumbuhkan solidaritas, empati, dan keberanian bersama. Dari ruang kecil di Malang, pesan besar tentang kesetaraan dan pemulihan bergema, mengingatkan bahwa perjuangan Kartini masih relevan dan harus terus dilanjutkan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Refleksi Hari Kartini, Hukum, dan Penghapusan Ketimpangan Gender

21 April 2026 - 08:49 WIB

Pengadilan Tinggi Surabaya Tegaskan Kemenangan Misnawati, Gugatan PMH Setyawan Kembali Gugur di Tingkat Banding

20 April 2026 - 13:07 WIB

DPRD Jatim Siapkan Raperda Disabilitas, Ubah Pendekatan dari Belas Kasih ke Hak Asasi

20 April 2026 - 10:47 WIB

Inovasi Mahasiswa UMM: Mesin Pengering Mie Otomatis Pangkas Biaya dan Waktu Produksi UMKM

18 April 2026 - 13:37 WIB

Aksi Heroik Nelayan Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi

15 April 2026 - 20:07 WIB

UMM Jadi Mitra UNESCO, Pimpin Misi Global Kelestarian Air

14 April 2026 - 15:51 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !