BACAMALANG.COM – Aksi heroik para nelayan asal Malang, Jawa Timur, mendadak viral setelah mereka menyelamatkan seekor hiu paus yang terjerat jaring saat melaut di Pantai Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada 10 April 2026.
Tindakan penuh kepedulian tersebut menuai pujian luas dari masyarakat dan warganet, karena dinilai sebagai contoh nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.
Dalam video yang diunggah kru KM Mutiara, terlihat para nelayan bekerja sama dengan hati-hati untuk melepaskan hewan raksasa itu kembali ke laut lepas. Alih-alih memanfaatkan tangkapan langka, mereka justru memilih menyelamatkan satwa yang dilindungi tersebut.
Apresiasi juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan terima kasih sekaligus mengundang para nelayan Malang untuk bertemu langsung.
“Hari ini saya bertemu dengan orang-orang baik dari Malang. Pada tanggal 10 April ada hiu paus masuk ke jaringnya, tapi hiunya dilepasin. Hari ini ketemu nih,” ujar Dedi.
Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga laut dan tidak menangkap hewan yang dilindungi.
“Saya mengucapkan terima kasih dan mengajak nelayan di seluruh Indonesia, jagalah laut dan jangan mengambil ikan-ikan yang tidak boleh diambil menurut adat dan undang-undang,” tegasnya.
Salah satu perwakilan nelayan mengaku terkejut sekaligus bangga atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih Pak Dedi atas undangannya, kami sangat surprise. Malang bagian pesisir kan tidak banyak dikenal orang,” ujarnya.
Dedi menutup pertemuan dengan harapan agar kesejahteraan nelayan semakin meningkat.
“Minimal kita sudah kenal. Salam buat kawan-kawan ABK dan seluruh warga nelayan di sana. Semoga ke depan makin sejahtera dan bahagia,” ucapnya.
Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah kecil. Kepedulian para nelayan tidak hanya menyelamatkan satu ekor hiu paus, tetapi juga memberi teladan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga


























































