Inovasi Mahasiswa UMM: Mesin Pengering Mie Otomatis Pangkas Biaya dan Waktu Produksi UMKM - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 18 Apr 2026 13:37 WIB ·

Inovasi Mahasiswa UMM: Mesin Pengering Mie Otomatis Pangkas Biaya dan Waktu Produksi UMKM


 Mesin pengering mi hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik Industri UMM. (ist) Perbesar

Mesin pengering mi hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik Industri UMM. (ist)

BACAMALANG.COM – Tingginya biaya operasional oven listrik serta cuaca yang tidak menentu kerap menjadi hambatan utama bagi produktivitas UMKM, khususnya produsen mie kering. Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi berupa Gas Heated Air Circulation Dryer, mesin pengering yang ekonomis, praktis, dan efisien untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Ketua tim, Hanum Salsabila Djirimu, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari hasil observasi langsung di lapangan. Bersama timnya—Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabillah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Frisca Shannon Alexandra—mereka turun langsung menemui pelaku UMKM mie kering.

“Kami melihat pelaku usaha masih kesulitan menggunakan oven listrik berkapasitas kecil, dengan waktu pengeringan lebih dari tiga jam. Dari situ kami terdorong merancang solusi yang lebih efisien,” ujar Hanum.

Berbeda dari metode konvensional, alat ini mengombinasikan sumber panas gas dengan sistem sirkulasi udara. Dilengkapi blower, panas dapat tersebar merata ke seluruh ruang pengering. Selain itu, mesin ini juga memiliki sensor penstabil suhu dan timer otomatis yang membuat proses pengeringan lebih konsisten.

“Jika suhu melebihi batas, sistem akan menyesuaikan secara otomatis. Pelaku usaha juga tidak lagi bergantung pada cuaca,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, penggunaan bahan bakar gas dinilai lebih terjangkau dibandingkan listrik atau panel surya yang membutuhkan investasi awal besar. Dengan biaya produksi prototipe sekitar Rp3 juta, mesin ini dinilai mampu menekan biaya operasional dan menjadi solusi realistis bagi UMKM.

Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen UMM dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kuncinya berani mencoba dan peka terhadap masalah sekitar. Dari situlah inovasi yang bermanfaat bisa lahir,” tambah Hanum.

Dosen pembimbing, Adhi Nugraha, S.T., M.BA., turut mengapresiasi capaian tim tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mampu menerapkan teori, tetapi juga memahami kebutuhan riil pelaku usaha.

“Mereka tidak hanya berinovasi secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi agar alat ini benar-benar bisa digunakan UMKM. Inilah esensi pendidikan teknik, menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, inovasi Gas Heated Air Circulation Dryer diharapkan tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dapat diproduksi massal sehingga memberi manfaat luas bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Pewarta: Rohim Alfarizii
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Aksi Heroik Nelayan Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi

15 April 2026 - 20:07 WIB

UMM Jadi Mitra UNESCO, Pimpin Misi Global Kelestarian Air

14 April 2026 - 15:51 WIB

Tim Brimob Polri Tembus 10 Besar Dunia, Bukti Kapasitas Indonesia di Ajang Skydiving Internasional

12 April 2026 - 17:52 WIB

Tegas Berantas Narkotika di Lapas, Menteri Imipas Perketat Pengawasan dan Tindak Oknum

11 April 2026 - 17:32 WIB

Semangat Paskah dan Kebersamaan, UKWK Gelar Misa hingga Halal Bihalal

10 April 2026 - 16:09 WIB

Risiko Hukum Mengintai Pengelolaan KDMP di Malang Raya

10 April 2026 - 14:39 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !