BACAMALANG.COM – Kisah perjalanan pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono membawanya bertemu dengan sejumlah mahasiswa Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di India, belum lama ini.
Memanfaatkan momen istimewa tersebut, pemuda tangguh asal Klaten ini bermain sepak bola dalam acara fun football di lapangan Vasant Kunj, New Delhi, India, dilanjutkan berfoto bersama dengan membentangkan bendera 135+.
Mereka adalah Ricky Pepeng, Randa, Fikri, Rama, Agus, Awang, Ago, Fajar, Alex dan Abah Ikhsan.
Sebagian besar mereka berkuliah di Aligarh Muslim University baik jenjang sarjana dan pascasarjana, dengan beragam program studi seperti ilmu komputer, pendidikan pedagogis, sejarah dan fiqh.
“Alhamdulillah mereka memberikan dukungan terhadap perjuangan mencari keadilan Tragedi Kanjuruhan,” tegas Narendra kepada BacaaMalang.com, Jumat (7/6/2024).
Ia menuturkan, orang-orang di sana total support Kanjuruhan dan tidak ada nyinyiran.
“Mereka mau diajak foto dengan bendera ini menurut saya sudah bentuk dukungan. Mereka memberikan kata-kata dukungan, “Semoga kita semua tidak lekas lupa dengan tragedi yang merenggut 135 nyawa lebih”,” imbuhnya menirukan.
Ia membandingkan dengan mahasiswa Indonesia di Thailand yang menolak untuk diajak berfoto seperti itu. Narendra menjelaskan alasan perbedaan tersebut.
“Ada perbedaan kultur. Di sini mahasiswa Indonesia di India benar-benar belajar dengan biaya pribadi tanpa beasiswa dari negara. Jadi menurut saya idealisme mereka lebih terawat. Beda halnya dengan di Bangkok yang rata-rata menerima beasiswa jadi mereka untuk berfoto dengan bendera 135+ masih mikir-mikir,” tukasnya.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi India.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































