Oleh : Dr Riyanto*
“Bagaimana, seandainya itu anak Sampeyan sendiri ?
Ridwan Kamil memilih istri daripada anak. Beberapa saat Eril Kamil tenggelam di kedinginan Sungai Engehalde, Bern, Swis. Tuhan mengambil titipanNya.
Pelawak Sule. “Pasangan itu bukan milik gue, milik Allah”. Nada suara Sule seperti faham, Nathalie juga akan diambil oleh Allah.
Zulkifli Hasan juga dihadapkan memilih, anak atau jabatan menteri.
“Uang nggak usah ! Dikantongi saja. Sepuluh ribu yang nanggung Putri. Nanti pilih Putri ya ?! Maksudnya pilih menjadi wakil rakyat. Istilah Idul Adha, dagang Sapi.
Cerdas …..
Zulkifli Hasan tidak mengatakan, “Banda donya mung titipan, pangkat derajat mung sampiran, bojo ayu isa mlayu (harta benda hanya titipan, pangkat derajat hanya digantungkan mudah hilang diterpa angin, istri cantik bisa lari). Beliau hanya membeli sepuluh ribu, per kepala. Sosok menteri yang minteri.
Faham posisi. Berdarah-darah meminggirkan musuh besar Pak Jokowi, Amin Ra’is besannya sendiri.
Anjing menggonggong, khilafah tetap berlalu.
Pak Jokowi hanya bisa meratapi. Istilah wong Solo, kira-kira, “Ngono hya ngono, tapi aja ngono. Boleh-boleh saja, tapi yang rapi”.
Pertanyaannya, bagaimana seandainya itu anak sampeyan sendiri ?
*Dr Riyanto adalah Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang
*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.



























































