Ngopi dan Bersantap Sambil Bernostalgia di All About Koffie By Kawisari

Barista sedang mempersiapkan kopi di All About Koffie By Kawisari di Kayutangan Heritage, Kamis (21/7/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Seiring melandainya kasus covid-19, perkembangan kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah juga membuat roda perekonomian kembali bergerak. Menurut sejumlah catatan sejarah, kawasan Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat ini dulunya adalah pusat perdagangan dan bisnis, di era pemerintahan kolonial Belanda.

Perhelatan Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage di bulan Juni 2022 lalu jugs menjadi penanda bangkitnya ekonomi kreatif dan pariwisata setelah dihantam pandemi selama dua tahun.

Banyaknya pengunjung yang menikmati Kayutangan membuat sejumlah warung kopi dan resto juga mulai bermunculan. Salah satunya adalah kafe bertajuk All About Koffie By Kawisari.

Kafe yang resmi diluncurkan pada 1 Juli 2022 ini tetap mengusung konsep heritage, dengan bangunan lawas seperti beberapa gedung yang ada di koridor Kayutangan ini.

Secretary of Sales & Marketing Hotel Tugu Malang, Silvia Aria menjelaskan, kafe ini dikelola owner Hotel Tugu Malang yang sebelumnya telah memiliki properti gedung ini sejak lama.

Pengunjung menikmati sajian di All About Koffie By Kawisari di Kayutangan Heritage, Kamis (21/7/2022). (ned)

“Bangunan ini sebelumnya berupa salon bernama Salon Fung’s, yang berdiri di masa tahun 1950-an,” ujarnya, Kamis (21/7/2022).
Silvia menambahkan, meski sudah menjadi kafe, namun pihaknya masih mempertahankan beberapa perabot asli yang ada. Mulai etalasenya yang sebelumnya dipakai untuk memajang shampo dan conditioner, hingga alat untuk pengering rambut lawas yang tetap dipakai untuk hiasan ruangan.

“Etalasenya sudah menjadi tempat untuk memajang kopi Kawisari,” ungkapnya.

All About Koffie by Kawisari, imbuh Silvia, memang menyajikan kopi yang berasal dari perkebunan kopi Kawisari milik Tugu Hotel Kecamatan Wlingi, Jawa Timur.

Perkebunan seluas sekitar 900 hektar yang didirikan sejak tahun 1870 di daerah dengan ketinggian sekitar 1.000 di atas permukaan laut ini, merupakan penghasil kopi Robusta dan Arabica premium di Jawa Timur.

“Ada pula hasil kebun lainnya seperti sayur organik, buah-buahan, bahkan madu kopi, nah semua bahan tersebut kami sajikan bagi para pengunjuing All About Koffie by Kawisari dengan konsep ‘from farm to table,” paparnya.

Silvia menegaskan, kehadiran kafe ini juga untuk mengobati kerinduan maupun rasa nostalgia para pengunjung.

“Ada pengunjung paro baya yang heran, karena di depan kafe ini masih digunakan pagar kawat jadul, yang mengingatkan pada masa kecilnya,” ujar Silvia. 

Andalan kafe ini adalah penggunaan teknik manual brew dan cold brew untuk pengolahan kopinya. Sebuah ruang di belakang kafe digunakan untuk me-roasting kopi, sehingga terkadang aromanya menghiasi ruanng para tamu biasa bersantap.

“Sehingga para tamu atau pengunjung akan dibawa ke suasana di perkebunan kopi,” tukasnya.

Sementara itu Media Relation Tugu Hotel Malang Budi Sesario menambahkan, selain kopi, kafe ini juga menyediakan menu makanan dan dessert.

“Semua menu di sini, termasuk kue-kuenya, dibuat dari bahan-bahan yang ada di perkebunan milik Tugu Hotel, sehingga terjaga secara kualitas dan harganya juga sangat terjangkau,” tandas pria yang akrab disapa Rio ini mengakhiri. (ned)