BACAMALANG.COM – Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono bermalam di rumah Rosak Al Kausar, seorang anggota komunitas pesepeda lokal, Bangkok.
Rosak seorang Muslim keturunan Pakistan yang rumahnya berada di 66/1-2 Pibul Songgram Rd, Talat Kwan, Amphoe Mueang Nonthaburi, Chang Wat Nonthaburi 11000, Thailand.
Setelah sarapan pagi dengan menu roti kari dan telur mata sapi di Farida Food milik keluarga Rosak Al Kausar, ia melanjutkan perjalanan menuju ke Yayasan Islamic Center of Thailand yang berada di Ramkhamhaeng Rd, Suan Luang, Bangkok 10250, Thailand.
Ia datang sendiri menempuh jarak 25 km bersepeda melintasi keramaian Kota Bangkok di pagi hari.
Narendra tiba di masjid yang berada di komplek Yayasan Islamic Center of Thailand.
Ia disambut Ibrahim di gerbang masuk dan mempersilakan duduk bersama di kantor yayasan, lalu memberikan susu khas Pakistan.

Narendra membaca buku sejarah di perpustakaan Islamic Center Thailand. (IG Narendra)
“Alhamdulillah saya dapat dukungan suporter bola Muslim Thailand. Saya Salat Jumat di Masjid Yayasan Islamic Center of Thailand bersama seorang anggota pesepeda lokal Bangkok bernama Chakireen Somsak Tisajan,” urainya.
Mereka berbincang mengenai perjalanan ‘Justice for Kanjuruhan’ yang ia tempuh menggunakan sepeda menuju ke Makkah, dan bercerita tentang Tragedi Kanjuruhan kepada jemaah masjid lainnya.
“Sebelumnya saya juga bercerita kepada jemaah di Masjid Riyadhissunan yang bersimpati dengan para korban,” tuturnya.
Ia mengatakan, jika Rosak Al Kausar adalah fans Arsenal dan pecinta sepakbola, Rosak juga mengetahui tentang Tragedi Kanjuruhan.
“Rosak Al Kausar sebagai fans Arsenal dan pecinta sepakbola, tahu akan Tragedi Kanjuruhan itu, melalui televisi dan surat kabar di Bangkok,” imbuhnya.
Setelah Salat Jumat, ia berada cukup lama di perpustakaan yayasan untuk membaca buku-buku sejarah.
Walaupun hampir semua buku dicetak dengan Aksara Siam (Akson Thai), namun ia tertarik untuk membaca sejarah sosial budaya Thailand dengan menggunakan mesin lensa penterjemah.
“Saya melihat bahwa banyak budaya Sriwijaya masih melekat kuat dalam budaya masyarakat Thailand,” pungkasnya.
Seperti diketahui dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke Thailand.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































