Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Dipuji di Thailand: Semangat Tak Pernah Padam - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Mei 2024 20:58 WIB ·

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Dipuji di Thailand: Semangat Tak Pernah Padam


 Pemilik pits stop Route 41 Cowboy Town Patthalung menemani dan menjadi penterjemah antara narendra dan mekanik sepeda. (IG Narendra) Perbesar

Pemilik pits stop Route 41 Cowboy Town Patthalung menemani dan menjadi penterjemah antara narendra dan mekanik sepeda. (IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Di tengah perjalanan panjang yang penuh dedikasi, Narendra Wicaksono, seorang pegowes yang membawa misi ‘Justice for Kanjuruhan’ menghadapi ujian saat ban belakang sepedanya meletus di Thailand. Namun, insiden kecil ini tidak mengurangi semangatnya yang berkobar.

“Untuk pertama kalinya ban saya meledak. Sudah jauh dari kota, beda bahasa,” ujar Narendra menggambarkan tantangan yang dihadapinya. Kedatangannya di Pits Stop Route 41 di Patthalung bukan hanya memberinya solusi, tetapi juga kehangatan dan kebaikan hati yang menjadi obat atas segala kesulitan.

Pengelola Pits Shop yang terperangah dengan keberanian dan ketangguhan pemuda asal Klaten ini, tidak hanya memperbaiki ban sepedanya secara gratis, tetapi juga memberikan pujian.

“Khun Thi Hlung Lai. Artinya anda orang yang penuh semangat,” kata Narendra menirukan mereka yang berucap sambil mengangkat jempol berkali-kali dan tersenyum.

Narendra, yang tidak asing dengan perjuangan, membawa misi yang tidak meminta sepeserpun dari siapapun. Ia hanya ingin mendukung literasi dan keadilan melalui berita di BacaMalang.com.

Di Pits Stop Route 41 yang telah beroperasi selama 10 tahun, Narendra sempat berbagi tentang tragedi Kanjuruhan. Ia membentangkan bendera 135+ dan menunjukkan video tentang kekerasan mematikan yang terjadi, membuat pengelola bengkel tersebut terperangah.

Pemilik pits stop Route 41 Cowboy Town Patthalung menemani dan menjadi penterjemah antara narendra dan mekanik sepeda. (IG Narendra)

Meskipun ongkos reparasi ban seharusnya berkisar antara 120-150 baht, pemilik Pits Stop Route 41 memutuskan untuk menanggung biaya tersebut. Sebagai tanda terima kasih dan simbol persahabatan antar kedua negara, Narendra memberikan mereka sarden dengan bumbu asli Indonesia.

Perjalanan Narendra masih panjang. Ia berencana untuk melanjutkan ke provinsi ketiga.

Ia tetap bersemangat, seperti yang diakui oleh semua orang yang bertemu dengannya selalu memberi dukungan.

Narendra berharap korban Tragedi Kanjuruhan akan terus bersatu dan kompak, mendukung perjuangannya, dan menghargai nilai literasi yang ia bawa dalam setiap putaran roda sepedanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Narendra Wicaksono, pemuda asal Klaten yang bersepeda berumroh ke Makkah, sambil menuntut keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan, memulai bersepeda dari Klaten, hingga kini sampai di Thailand.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SMAK Bhakti Luhur Genjot Budaya Literasi, Siswa Didorong Kembali Gemar Membaca dan Menulis

8 November 2026 - 11:07 WIB

Tanam 100 Pohon di Bantaran Brantas, Kapolresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Bencana

8 November 2026 - 10:05 WIB

Polisi Bekuk Satu Terduga Curanmor, Tiga Rekannya Masuk DPO

8 November 2026 - 05:34 WIB

Honda Vario 125 Milik Mahasiswa Pakisaji Hilang di Kos Sumbersari, Korban Sebar Informasi Pencarian

7 November 2026 - 19:22 WIB

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar

7 November 2026 - 13:13 WIB

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !