BACAMALANG.COM – Di tengah perjalanan panjang yang penuh dedikasi, Narendra Wicaksono, seorang pegowes yang membawa misi ‘Justice for Kanjuruhan’ menghadapi ujian saat ban belakang sepedanya meletus di Thailand. Namun, insiden kecil ini tidak mengurangi semangatnya yang berkobar.
“Untuk pertama kalinya ban saya meledak. Sudah jauh dari kota, beda bahasa,” ujar Narendra menggambarkan tantangan yang dihadapinya. Kedatangannya di Pits Stop Route 41 di Patthalung bukan hanya memberinya solusi, tetapi juga kehangatan dan kebaikan hati yang menjadi obat atas segala kesulitan.
Pengelola Pits Shop yang terperangah dengan keberanian dan ketangguhan pemuda asal Klaten ini, tidak hanya memperbaiki ban sepedanya secara gratis, tetapi juga memberikan pujian.
“Khun Thi Hlung Lai. Artinya anda orang yang penuh semangat,” kata Narendra menirukan mereka yang berucap sambil mengangkat jempol berkali-kali dan tersenyum.
Narendra, yang tidak asing dengan perjuangan, membawa misi yang tidak meminta sepeserpun dari siapapun. Ia hanya ingin mendukung literasi dan keadilan melalui berita di BacaMalang.com.
Di Pits Stop Route 41 yang telah beroperasi selama 10 tahun, Narendra sempat berbagi tentang tragedi Kanjuruhan. Ia membentangkan bendera 135+ dan menunjukkan video tentang kekerasan mematikan yang terjadi, membuat pengelola bengkel tersebut terperangah.

Pemilik pits stop Route 41 Cowboy Town Patthalung menemani dan menjadi penterjemah antara narendra dan mekanik sepeda. (IG Narendra)
Meskipun ongkos reparasi ban seharusnya berkisar antara 120-150 baht, pemilik Pits Stop Route 41 memutuskan untuk menanggung biaya tersebut. Sebagai tanda terima kasih dan simbol persahabatan antar kedua negara, Narendra memberikan mereka sarden dengan bumbu asli Indonesia.
Perjalanan Narendra masih panjang. Ia berencana untuk melanjutkan ke provinsi ketiga.
Ia tetap bersemangat, seperti yang diakui oleh semua orang yang bertemu dengannya selalu memberi dukungan.
Narendra berharap korban Tragedi Kanjuruhan akan terus bersatu dan kompak, mendukung perjuangannya, dan menghargai nilai literasi yang ia bawa dalam setiap putaran roda sepedanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Narendra Wicaksono, pemuda asal Klaten yang bersepeda berumroh ke Makkah, sambil menuntut keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan, memulai bersepeda dari Klaten, hingga kini sampai di Thailand.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































