Pemberontakan Anak Muda Citayam, Fashion Week Sudirman

Dr Riyanto: Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang, inzet Ridwan Kamil memarakkan Citayam Fashion Week. (ist)

Oleh: Dr. Riyanto*

Pidato hampir sempurna.
…..
Telah lama dijanjikan, dan hari ini janji itu dibayar tunai.
Mohon ma’af, harus saya sampaikan, bahwa Kami mengecewakan yang pesimis.

Detik-detik roboh, terlihat ekspresi kebencian. Bukan para penonton berdesakan.
Sedan merah, hasil korupsi, konon biang masalahnya.
Jakarta International Stadium diresmikan.

Pagar lapangan bola berserakan.
Atap sirkuit beterbangan.
Bukan tempat yang nyaman.
Anak muda diam.

Citayam Fashion Week.
Sudirman dalam genggaman.
Karya yang tidak perlu ditulis.
Ibu kota jangan pesimis …..

Yang muda ingin lewat.
Bukan sirkuit, lapangan bola.
Pejabat lenggak – lenggok, menjamu tamu manca negara.

Ini diriku, Sudirman milikku.
Mimpi menginjakkan kaki di tempatku sendiri.
Melangkah di tempat indah.
Jalan kaki.
Tanpa basa basi.

Bukan pelarian.
Tidurmu di predestarian.
Ibu – ibu, bapak tua terganggu.
Bukan menentang aturan.
Itu suara jaman.

Tidak sederhana.
Citayam itu pemberontakan.
Anak muda tumpah ruah.
Demontrasi di panggung jalanan.

Nilai lama terhenti.
Yang muda menemukan jati diri.
Tanpa disirami, makna baru, bersemi.
Akankah segera berakhir ?
Pemerintah masih bermimpi.

Di ujung sana, bergema.
Geng motor, begal, dan debt collector.
Bukan lapangan bola, sirkuit, dan janji janji pembangunan.
Citayam fashion week, wujud pemberontakan …..

🇲🇨🇲🇨🇲🇨

*Dr Riyanto adalah Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang.

*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.