Perjuangan Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Peroleh Dukungan Akademisi Sabahattin Zaim Üniversitesi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Jun 2024 11:58 WIB ·

Perjuangan Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Peroleh Dukungan Akademisi Sabahattin Zaim Üniversitesi


 Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono makan siang bersama Civitas Akademika İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi. (IG Narendra). Perbesar

Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono makan siang bersama Civitas Akademika İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi. (IG Narendra).

BACAMALANG.COM – Perjuangan pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono menyuarakan keadilan korban Tragedi Kanjuruhan memperoleh dukungan akademisi Sabahattin Zaim Üniversitesi di Turki, belum lama ini.

“Alhamdulillah perjuangan saya menyuarakan keadilan korban Tragedi Kanjuruhan mendapat dukungan akademisi Sabahattin Zaim Üniversitesi,” tegas Narendra Wicaksono kepada BacaMalang.com, Jumat (28/6/2024).

Selanjutnya Narendra menceritakan berbagai hal sebelum ia bertemu dengan akademisi Sabahattin Zaim Üniversitesi.

Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir tidak melakukan aktivitas gowes di Istanbul.

Narendra mengungkapkan, kedatangannya ke kota ini tidak sesuai rencana karena perang di Suriah dan Lebanon menghalangi perjalanan darat.

Teman-teman mahasiswa Indonesia menyarankannya agar tidak bersepeda menuju Ankara, karena semua jalur penerbangan internasional berpusat di Istanbul.

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono berfoto bersama Ismail Yalçın Pejabat Rektorat İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi. (IG Narendra).

Akibatnya, ia seolah “terkunci” di situ dan satu-satunya opsi untuk melanjutkan perjalanan ke Yordania adalah dengan naik pesawat.

Namun, ada kabar baik di mana ia akan terbang ke Yordania pada tanggal 1 Juli. Selama berada di Istanbul, ia memperbanyak silaturahmi dan menjalin banyak persahabatan dengan penduduk setempat.

Ia menyebutkan jika kontrol polisi ketat di Istanbul. Terkait penangkapan orang yang tidak bersalah, polisi Istanbul menerapkan kontrol ketat terhadap para pendatang.

Beberapa mahasiswa mengeluh bahwa polisi terlalu mudah membawa seseorang ke kantor hanya karena lupa membawa paspor.

Namun, selama ia berada di kota ini, hal tersebut tidak menjadi masalah. Bahkan, ia pernah menawarkan petugas untuk memeriksa paspor saat ingin masuk ke sebuah hutan lindung, tapi mereka menolak.

Narendra datang ke Istanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi berkat jejaring silaturahim yang ia bangun dengan Mr. Mehmet, seorang teknisi komputer yang tinggal di Üsküdar, yang memperkenalkannya dengan Mr. Nuri Aktemur seorang pejabat tinggi Rektorat İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi serta memintanya datang ke ruangannya pada siang hari.

Ia datang dengan berjalan kaki dari apartemen di daerah Halkalı, Küçükçekmece yang berjarak sejauh 2 km.

Narendra bertemu dengan banyak dosen dan pejabat tinggi, staff dan dosen pengajar di universitas. Ia bertemu dengan Mr. İsmail Yalçın dan Mr. Abdullah Şimşek.

Mereka bertanya tentang apa yang membuatnya melakukan perjalanan jauh lintas negara, lalu ia menyampaikan tentang isi dari Alquran surat Al-Hujuraat ayat 13 yang mana Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.

Mereka juga tertarik mengenai rute yang ia ambil setelah meninggalkan Istanbul dan bercerita tentang pesan solidaritas dan keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan.

Narendra sangat beruntung setelah diajak berkeliling ke seluruh fakultas di universitas dan menyempatkan Salat Ashar di masjid utama kampus.

Mr. Nuri Aktemur mengajaknya untuk datang di satu ruangan kampus yang telah berusia 100 tahun.

Kebetulan ia tiba di momen yang tepat di mana salah seorang profesor di Fakultas Teknik sedang mengadakan makan siang perpisahan sebelum keberangkatannya menuju Amerika Serikat untuk melanjutkan studi.

Abdullah Şimşek sebagai pecinta sepak bola khususnya dari Klub Fenerbahçe memberikan empati yang dalam atas nasib yang menimpa korban Tragedi Kanjuruhan.

Narendra mengungkapkan, betapa hati-hatinya dirinya untuk menyampaikan pesan solidaritas untuk Tragedi Kanjuruhan berupa pembentangan bendera, oleh sebab itu Abdullah berharap akan bisa membantu untuk menemukan cara di mana ia bisa terhubung dengan komunitas pecinta sepak bola di Türkiye agar bisa berfoto bersama dengan bendera Justice 135+ tanpa melanggar ketentuan hukum.

“Ini pengalaman yang sangat menarik tentang berbagai hadiah yang diberikan Tuhan termasuk persaudaraan dan ilmu pengetahuan. Bagi saya itu merupakan harta karun dan dukungan moril untuk perjalanan panjang ini,” urainya mengakhiri.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tanam 100 Pohon di Bantaran Brantas, Kapolresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Bencana

8 November 2026 - 10:05 WIB

Polisi Bekuk Satu Terduga Curanmor, Tiga Rekannya Masuk DPO

8 November 2026 - 05:34 WIB

Honda Vario 125 Milik Mahasiswa Pakisaji Hilang di Kos Sumbersari, Korban Sebar Informasi Pencarian

7 November 2026 - 19:22 WIB

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar

7 November 2026 - 13:13 WIB

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !