BACAMALANG.COM – Gangguan pasokan air bersih yang sempat dirasakan pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai teratasi. Kebocoran pipa berdiameter 12 inci di kawasan Palaan, Kecamatan Ngajum, telah selesai diperbaiki dan distribusi air kini kembali normal secara bertahap.
Sebelumnya, Perumda Tirta Kanjuruhan mengimbau pelanggan untuk menampung air sebagai langkah antisipasi selama proses perbaikan. Pekerjaan perbaikan dilakukan pada Senin (21/9/2026), dengan estimasi waktu pengerjaan sekaligus normalisasi jaringan selama 1 x 24 jam.
Gangguan distribusi sempat berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Ardirejo, Panggungrejo, Sengguruh, Mangunrejo, Mangir, Cepokomulyo, serta sejumlah kawasan lainnya di Kepanjen.
Kondisi tersebut sempat dikeluhkan warga melalui sejumlah grup komunitas di media sosial. Debit air yang mengecil hingga berhenti total membuat sebagian aktivitas rumah tangga ikut terganggu.
“Mugi-mugi ndang rampung nggeh pak, banyu e pun asat sat, gk kober siram, te masak-masak nggeh repot (Semoga cepat selesai perbaikannya, airnya mati total, tidak sempat mandi, mau masak juga susah),” tulis Dyah, salah seorang warga Kepanjen, di kolom komentar media sosial, Minggu (21/9/2026).
Setelah pekerjaan perbaikan rampung, Perumda Tirta Kanjuruhan memastikan jaringan mulai kembali dialiri air. Namun, proses normalisasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan tekanan air pada jaringan kembali stabil.
Sejumlah warga pun mulai merasakan kembali aliran air di rumah masing-masing.
“Alhamdulillah sudah mengalir. Kemarin mati total beberapa jam. Sorenya baru kembali normal,” ujar Huda, warga Kepanjen, kepada Bacamalang, Selasa (22/9/2026).
Pada Selasa pagi, sebagian wilayah masih mengalami aliran yang belum sepenuhnya stabil. Namun, memasuki Selasa sore, distribusi air dilaporkan kembali mengalir dengan lancar di wilayah terdampak.
Proses normalisasi jaringan dilakukan secara bertahap. Hal ini untuk menghindari perubahan tekanan secara mendadak yang berpotensi menimbulkan gangguan baru pada jaringan pipa.
Selain itu, setelah perbaikan, perubahan tekanan air juga dapat membawa endapan sedimen di dalam jaringan sehingga air berpotensi terlihat keruh untuk sementara waktu.
Perumda Tirta Kanjuruhan mengimbau pelanggan tetap menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian hingga kondisi jaringan benar-benar stabil.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































