PPSN VI 2026 di Ponpes An-Nur II Malang Resmi Ditutup, 4.524 Santri Siap Jadi Pemimpin Masa Depan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 7 Okt 2026 09:54 WIB ·

PPSN VI 2026 di Ponpes An-Nur II Malang Resmi Ditutup, 4.524 Santri Siap Jadi Pemimpin Masa Depan


 Suasana penutupan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, dihadiri Direktur Jenderal Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, beserta jajaran Forkopimda. (ist) Perbesar

Suasana penutupan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, dihadiri Direktur Jenderal Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, beserta jajaran Forkopimda. (ist)

BACAMALANG.COM – Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 resmi berakhir. Direktur Jenderal Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., menutup kegiatan nasional tersebut di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Prosesi penutupan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Penyalaan obor menjadi salah satu rangkaian utama penanda berakhirnya perkemahan yang mempertemukan ribuan pramuka santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran Forkopimda, pengasuh Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo, serta ribuan peserta pramuka santri.

PPSN VI 2026 digelar selama sepekan, mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026. Ajang berskala nasional ini diikuti sebanyak 4.524 pramuka santri yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, PPSN VI dibuka oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melalui Upacara Bhinneka pada 1 Oktober 2026. Pembukaan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Basnang Said menekankan pentingnya pengalaman selama mengikuti kegiatan pramuka sebagai bekal bagi para santri untuk menjadi pemimpin di masa depan.

«“Pramuka santri ponpes telah mengajarkan menjadi pemimpin. Disiplin dan tanggung jawab di perkemahan ini adalah modal kalian menjadi pemimpin bangsa masa depan,” ujar Basnang Said.»

Mengusung tema “Pramuka Santri Nusantara: Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global”, PPSN VI tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Berbagai kegiatan prestasi digelar selama perkemahan. Di antaranya pionering nusantara, tenda K3, festival drama Islami, teknologi tepat guna, lomba yel-yel, hingga gerakan sedekah oksigen dengan penanaman ribuan bibit pohon.

Selain itu, peserta juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi kewirausahaan melalui bazar UMKM santri.

Basnang Said menilai keberhasilan pelaksanaan PPSN VI tidak terlepas dari kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo sebagai tuan rumah.

Ponpes An-Nur II dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan setelah dinilai memiliki kesiapan dari sisi lokasi maupun fasilitas. Pihak pesantren menyiapkan lahan sekitar dua hektare untuk peserta putra dan dua hektare untuk peserta putri.

Kesiapan tersebut membuat Ponpes An-Nur II unggul dibandingkan sejumlah lokasi alternatif yang sebelumnya dipertimbangkan, seperti Lumajang, Jombang, dan Mojokerto.

Penyelenggaraan PPSN VI diharapkan tidak berhenti sebagai agenda perkemahan semata. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter santri agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, berprestasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Nilai-nilai antikekerasan, antiperundungan, kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi, serta kecintaan terhadap tanah air juga menjadi bagian penting yang ditanamkan selama kegiatan.

Perpaduan nilai kepramukaan dan kepesantrenan diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang unggul, berdaya saing, berkarakter kebangsaan, serta tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

139 Gempa Terekam di Jatim Sepekan, Aktivitas Terbanyak Terjadi di Selatan Jawa

5 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Sempat Rasakan Gempa 6.1 M dan Dijamu Kapolsek di Ruteng, Kisah Relawan Malang di Misi Kemanusiaan NTT

4 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tanam 1.000 Pohon di PPSN VI, Khofifah Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan

4 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Hadapi Gempuran AI dan Media Sosial, Ketum PWI Pusat Tekankan Independensi Pers

2 Oktober 2026 - 23:21 WIB

PWI Perkuat Jaringan Digital, Website PWI.or.id Kini Terkoneksi di 38 Daerah

2 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pimpin Korps Kenaikan Pangkat, Danlanud Abd Saleh Dorong Perwira Makin Profesional

2 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !