Tanam 1.000 Pohon di PPSN VI, Khofifah Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 4 Okt 2026 10:52 WIB ·

Tanam 1.000 Pohon di PPSN VI, Khofifah Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan


 Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya pelestarian lingkungan, dan memimpin gerakan penanaman 1.000 pohon dalam rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. (Humas Pemkab Malang) Perbesar

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya pelestarian lingkungan, dan memimpin gerakan penanaman 1.000 pohon dalam rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Semangat menjaga kelestarian lingkungan mewarnai pelaksanaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Kabupaten Malang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang M. Sanusi memimpin langsung gerakan penanaman 1.000 pohon di kawasan Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Sabtu (1/10/2026) sore.

Gerakan penghijauan tersebut menjadi salah satu agenda utama PPSN VI yang mengusung konsep ekoteologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata keterlibatan santri dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam.

Sebanyak 1.000 bibit tanaman disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk ditanam di kawasan pesantren maupun sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Bibit tersebut terdiri dari pohon maja, tabebuya, dan mangga.

Pemkab Malang menyambut positif gerakan tersebut. Selain memperkuat penghijauan, kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan berbasis pesantren.

Khofifah mengatakan, gerakan bertajuk “Santri Menjaga Alam” tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis. Menurutnya, menanam pohon merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia terhadap lingkungan.

“Kami mendukung pelestarian lingkungan. Menanam pohon adalah sedekah oksigen jangka panjang. Apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat oksigen, keteduhan, dan kehidupan bagi generasi ke depan. Ini adalah amal jariyah lingkungan,” ujar Khofifah.

Ia berharap gerakan tersebut mampu menanamkan kepedulian ekologis kepada para santri. Dengan demikian, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, kedisiplinan, dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Gerakan penanaman pohon ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam upaya menghadapi perubahan iklim serta menjaga ekosistem darat.

Melalui PPSN VI, semangat menjaga alam diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan dan gerakan bersama yang melibatkan pesantren, santri, pemerintah, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Gempuran AI dan Media Sosial, Ketum PWI Pusat Tekankan Independensi Pers

2 Oktober 2026 - 23:21 WIB

PWI Perkuat Jaringan Digital, Website PWI.or.id Kini Terkoneksi di 38 Daerah

2 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pimpin Korps Kenaikan Pangkat, Danlanud Abd Saleh Dorong Perwira Makin Profesional

2 Oktober 2026 - 07:26 WIB

557 Gempa Guncang Jatim Sepanjang September, Tujuh Kali Dirasakan Warga

1 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Belajar dari Hillsborough, Empat Tahun Kanjuruhan Masih Menanti Pengakuan dan Akuntabilitas Negara

30 September 2026 - 12:03 WIB

Tak Cuma Teori, Mahasiswa K3 Universitas Kepanjen Digembleng Hadapi Situasi Bencana

27 September 2026 - 13:57 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !