BACAMALANG.COM – Semangat menjaga kelestarian lingkungan mewarnai pelaksanaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Kabupaten Malang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang M. Sanusi memimpin langsung gerakan penanaman 1.000 pohon di kawasan Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Sabtu (1/10/2026) sore.
Gerakan penghijauan tersebut menjadi salah satu agenda utama PPSN VI yang mengusung konsep ekoteologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata keterlibatan santri dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam.
Sebanyak 1.000 bibit tanaman disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk ditanam di kawasan pesantren maupun sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Bibit tersebut terdiri dari pohon maja, tabebuya, dan mangga.
Pemkab Malang menyambut positif gerakan tersebut. Selain memperkuat penghijauan, kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan berbasis pesantren.
Khofifah mengatakan, gerakan bertajuk “Santri Menjaga Alam” tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis. Menurutnya, menanam pohon merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia terhadap lingkungan.
“Kami mendukung pelestarian lingkungan. Menanam pohon adalah sedekah oksigen jangka panjang. Apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat oksigen, keteduhan, dan kehidupan bagi generasi ke depan. Ini adalah amal jariyah lingkungan,” ujar Khofifah.
Ia berharap gerakan tersebut mampu menanamkan kepedulian ekologis kepada para santri. Dengan demikian, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, kedisiplinan, dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Gerakan penanaman pohon ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam upaya menghadapi perubahan iklim serta menjaga ekosistem darat.
Melalui PPSN VI, semangat menjaga alam diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan dan gerakan bersama yang melibatkan pesantren, santri, pemerintah, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































