BACAMALANG.COM – Setiap Minggu malam, Jalan Banurejo di utara Stasiun Kepanjen berubah menjadi panggung terbuka yang menyatukan rasa dan irama. Di antara aroma sate yang menggoda dan tawa pengunjung yang bersahut-sahutan, alunan musik live mengalir dari Kuliner Tepi Rel, menciptakan suasana yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
Dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, musisi lokal seperti Borneo Musik, Popit Musik, Roller Band, hingga Yudha & Friends bergantian tampil, membawakan lagu-lagu lintas genre yang menghidupkan malam. Tak ada panggung megah atau lampu sorot berlebihan—hanya musik yang jujur, dekat, dan mengalir bersama obrolan hangat para penikmat kuliner.
Bagi Dodi dari Organisasi Arek Kepanjen, ini bukan sekadar hiburan. “Kami ingin memberi ruang bagi musisi lokal untuk tampil, dan bagi masyarakat untuk menikmati seni tanpa batas,” katanya. Di sinilah talenta Kepanjen tumbuh, bukan di balik layar, tapi di tengah keramaian yang nyata.
Tak ada tiket masuk, tak ada batasan usia. Hanya malam yang terbuka untuk siapa saja yang ingin merasakan Kepanjen dari sisi yang paling hidup: musik dan makanan yang menyatu di rel waktu.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga





















































