Roots Day Pesantren, Cara Agen Perubahan untuk Cegah Perundungan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 20 Mar 2023 17:05 WIB ·

Roots Day Pesantren, Cara Agen Perubahan untuk Cegah Perundungan


 Roots Day Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Kota Malang mengikrarkan untuk bebas dari perundungan (ist) Perbesar

Roots Day Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Kota Malang mengikrarkan untuk bebas dari perundungan (ist)

BACAMALANG.COM – Bullying atau perundungan masih kerap kali terjadi di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan guna mencegah terjadinya aksi perundungan, salah satunya dengan kegiatan “Roots” yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Kota Malang.

“Roots” merupakan kegiatan pencegahan perundungan yang mengandalkan anak/ santri yang berpengaruh. Merekapun disebut Santri Agen Perubahan. Santri Agen Perubahan dipilih oleh santri lainnya karena dianggap mereka yang paling banyak berinteraksi dengan para teman teman sebayanya.

Santri Agen Perubahan menjadi pelopor untuk menyebarkan pesan dan menjadi contoh di lingkungan pesantren khususnya kepada teman sebaya.

Program ini merupakan dukungan UNICEF Indonesia melalui Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten, Jawa Tengah dan Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPIKIPI) Jawa Timur.

Pada hari ini, Senin (20/3/2023) dilaksanakan Roots Day. Roots Day merupakan puncak dari kegiatan Roots Pencegahan Bullying setelah Agen Perubahan dilatih oleh fasilitator selama 15 kali pertemuan.




Pengasuh Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Anik Zulaikha menyampaikan dalam sambutannya dengan digelarnya kegiatan ini Pesantren Al Hayatul Islamiyah berkomitmen untuk mencegah perundungan.

“Dengan adanya Rootsday, Insya Allah Pesantren Al Hayatul Islamiyah semakin berkomitmen untuk mencegah perundungan dan mewujudkan madrasati jannati,“ ujarnya.

Sementara itu, Child Protection Specialist UNICEF perwakilan Kantor Jawa, Naning Puji Julianingsih menekankan lewat kegiatan ini pihaknya berharap bisa menjadi contoh pesantren ramah anak.

“Dalam pelaksanaan Roots Day, ini pesantren pertama di Jawa Timur, dan pesantren ketiga setelah Pondok Pesantren Al Anwar 4 Sarang dan Pondok Pesantren Alhamdulillah Kemadu Sulang Jawa Tengah. Semoga ini menjadi contoh pesantren ramah anak pesantren yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan sebagai pesantrenku surgaku,” ucapnya.

Naning menyampaikan mengapa pesantren menjadi penting, karena anak-anak yang tinggal di pesantren adalah mereka yang akan menjadi pemimpin generasi mendatang. Sehingga di masa ini anak harus mendapatkan pengasuhan yang positif dan lingkungan yang mendukung. Sehingga maksimal dalam tumbuh kembangnya dan tumbuh menjadi manusia manusia teladan. 

Naning juga memberikan apresiasi kepada Santri Agen Perubahan, semua santri dan para ustaz ustazah yang sudah berjuang untuk perubahan lebih baik dan bahkan sudah berikrar untuk mengusahakan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di pesantren secara lantang.




Kementrian Agama Kota Malang diwakili Kasi Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah Drs. Chandra M.Pdi yang hadirpun ikut menegaskan dukungannya terhadap program ini.

“Kami mendukung penuh Al Hayatul untuk program Roots ini. Selanjutnya akan kami coba masukkan dan mengakomodir ke dalam program anggaran PD Pontren,” katanya.

Ia menjelaskan program ini akan dikembangkan ke lembaga lembaga di bawah naungan pihaknya.

Lebih lanjut, ia menyatakan ada 74 pondok pesantren di Kota Malang yang membutuhkan program seperti ini, maka melalui bidang PD Pontren akan mengembangkan kegiatan Roots ini ke pondok pesantren lainnya.

“Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi yang akan mewujudkan ma’hadiy jannati pesantren aman dan nyaman tanpa kekerasan,” ucapnya.

Di samping itu, Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr Triyanto dalam sambutanya menegaskan akan mengimbaskan program ini kepada semua pesantren untuk pencegahan bullying di Jawa Timur.

“Kemenag sangat mendukung kegiatan ini, Al Hayatul Islamiyah akan dijadikan pesantren pioneer untuk kegiatan pencegahan bullying di Jawa Timur. Kemenag juga berjanji akan mengimbaskan program ini kepada semua pesantren. Kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini,” tuturnya.

Ia melanjutkan di Jawa Timur telah ada 3 program untuk mencegah tindak perundungan di pesantren.

“Di Jawa Timur sendiri sudah 3 program yang bisa diintegrasikan dengan pencegahan bullying 1. Pesantren ramah santri, 2. Pesantren sehat, 3. Pesantren digital,” lanjutnya.

Roots Day dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, para ustaz / ustazah, pengasuh dan pengelola pesantren, Perwakilan Kanwil Kemenag Jatim, Perwakilan kemenag Kota Malang, perwakilan orang tua santri, UNICEF dan mitra.

Dalam kegiatan ini Agen Perubahan mengkampanyekan perilaku positif dan pesan anti perundungan kepada warga pesantren melalui berbagai karya seni seperti drama, puisi, dan terakhir Ikrar Pencegahan Bulliying.

Dalam kesempatan tersebut juga di tampilkan hasil kegiatan agen perubahan selama 15 kali pertemuan, seperti poster, infografis, photobooth, dan permainan ular tangga.

Harapannya dengan kegiatan ini, seluruh pihak madrasah akan tetap mendukung pelaksanaan program Roots, sehingga terwujud Ma’hadiy jannati, Pesantren yang aman dan nyaman tanpa kekerasan dan bullying.

Pewarta/Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




Artikel ini telah dibaca 506 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Percepat Pemulihan Pascabencana, BPBD Kabupaten Malang Genjot Akurasi Data Lewat Bimtek Jitupasna

24 April 2026 - 12:52 WIB

Hijaukan TPA Supit Urang, Polresta Malang Kota Tanam 250 Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80

24 April 2026 - 12:31 WIB

Bayi Dibuang dalam Kardus, Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi: Alasan Tak Siap Mental dan Terhimpit Ekonomi

24 April 2026 - 09:57 WIB

Ucapan Diduga Bernuansa SARA Picu Demo di PN Kepanjen, Massa Tuntut Oknum Panitera Diproses Hukum

24 April 2026 - 07:47 WIB

Modus Pengobatan Alternatif, Dukun di Gedangan Cabuli Pasien Hingga Berulang Kali

23 April 2026 - 22:14 WIB

Gebrakan Kalapas Baru Malang: Christo Toar Tancap Gas Upgrade SDM dan Sikat Penyelundupan HP-Narkoba

23 April 2026 - 18:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !