SAMSUDIN JUBAH MERAH ngono hya ngono, nanging aja ngono

Dr. Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang. (ist)

Oleh : Dr. Riyanto*

SAMSUDIN JUBAH MERAH
ngono hya ngono, nanging aja ngono

Perjalanan tidak gampang.
Guru agama, bergelut dengan sampah. Memilah serpihan besi, baja, atau kotoran kuda.
Wajah bodoh itu melirik ke alam sebelah. Berharap datangnya ma’unah.

Jubah merah mencari makan.
Mengais berita.
Di tempat yang pasti.
Gus Samsudin Nur Dzat Sejati.

Bangsa Jawa, “Bener luput, ala becik ing badan priyangga”. Benar salah, baik-buruk ada di diri sendiri.
Orang lain hanya “Bener lan pener, benar dan tepat.

Tugas kemanusiaan, men-tepat-kan. Sifat setan me-malu-kan.
Semua harus belajar. Ingatkan dengan cara benar.
Mencari makan, raih dengan cara halal.

Sulapan adalah sulapan. Perdukunan juga ada. Hanya berbeda nama. Di desa dukun, di kota paranormal.
Di depan pejabat namanya penasehat spiritual.

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia ……
🇲🇨

*Dr. Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang

*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.