SAMSUDIN TAAT RIZIK palu godam bangsa Indonesia

Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang. (ist)

Oleh : Dr. Riyanto*

SAMSUDIN TAAT RIZIK
“palu godam bangsa Indonesia

“Di mana keadilan, dimanaaaa ?!
Istri tersayang meradang. Uang berujung petaka.

Dimas Kanjeng, penguasa padepokan pengganda uang, di penjara, tidak pulang – pulang.
Anggota DPR RI yang cantik itu terperangkap. Percaya, mimpi, akhlaknya hilang.

Gus Samsudin, penguasa padepokan Nur Dzat Sejati. Keris andalan kyai petir, tidak mempan lagi.

Suara agama membakar.
Kafir, thogut, bunuh, dajal.
Tiga tokoh bersurban.
Tanda jaman apa iki ?

Turun dari podium.
“Ma’af Ki !!
Diantara kelompok habib cium tangan.
“Ada apa ?
“Habib Rizik, Ki !
Saya mengatakan, “Tidak ada yang salah”. Habib Rizik di antara palu godam. Membuat sepuluh, dua puluh tahun ke depan, Indonesia memimpin dunia.

Sejarah kecil yang berbeda. Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dan ketekunan Gus Samsudin yang dahulu ngumpulkan barang bekas, juga palu godam.

Dirgahayu Indonesiaku …..
🇲🇨

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang

*Isi tulisan menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis.