Tanah Longsor di Desa Srigading Lawang, Akses Jalan Terputus dan Rumah Warga Rusak - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 23 Okt 2025 05:59 WIB ·

Tanah Longsor di Desa Srigading Lawang, Akses Jalan Terputus dan Rumah Warga Rusak


 Tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun Jeruk RT 03 RW 06, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (22/10/2025).(IG BPBD) Perbesar

Tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun Jeruk RT 03 RW 06, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (22/10/2025).(IG BPBD)

BACAMALANG.COM – Tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun Jeruk RT 03 RW 06, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 13.45 WIB. Kejadian ini diduga dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi yang mulai mengguyur wilayah utara Kabupaten Malang sejak pukul 11.10 WIB.

Longsor pertama terjadi di jalan penghubung antara Dusun Mendek Barat dan Timur, dengan panjang material longsor mencapai 25 meter dan tinggi 8,5 meter. Akibatnya, akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Warga di RT 2 dan RT 3 RW 9 Dusun Mendek Timur, sebanyak 125 kepala keluarga, terisolasi karena tidak tersedia jalur alternatif.

“Jalan penghubung yang terdampak longsor saat ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan tidak ada jalur alternatif yang tersedia. Kami sudah koordinasikan penanganan awal bersama unsur terkait,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Longsor kedua berdampak pada rumah milik warga bernama Ibu Tiaya. Bagian kamar mandi dan kandang ternak mengalami kerusakan, dan hingga kini kamar mandi tersebut belum dapat digunakan.

Sebagai langkah awal, BPBD bersama Muspika, Pemerintah Desa, Poslap Singosari, PMI, Tagana, Buana Solusindo, Marva Telekomunikasi, dan masyarakat setempat telah memasang rambu peringatan berupa garis kuning di lokasi terdampak. Jalan masih ditutup untuk kendaraan roda empat, sementara hujan masih terus mengguyur area kejadian.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika cuaca hujan disertai angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya atau situasi darurat di lingkungan sekitar.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Momen Hari Laut Sedunia, SALAM Desak Ekonomi Biru Berkeadilan untuk Nelayan Kecil

8 Juni 2026 - 20:54 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Mindanao, BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Malang Raya Aman

8 Juni 2026 - 16:05 WIB

“Be Together, Grow Together”, Forkom Agribisnis Dorong Mahasiswa Cerdas, Berkarakter, dan Beretika

5 Juni 2026 - 10:08 WIB

Viral Pejabat BGN Ditangkap, Pengamat Soroti Krisis Tata Kelola Program MBG

4 Juni 2026 - 16:45 WIB

JMSI Jatim Siap Gelar Pelantikan Pengurus dan FGD Media

2 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sukses Reboisasi Pujon Hill, UMM Hidupkan Kembali Mata Air dan Pasok Air Bersih untuk Empat Dusun

2 Juni 2026 - 18:54 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !