Di Tengah Kondisi Perekonomian Tak Menentu, UMKM Kuliner Rindu Malang di Lawang Sukses Ciptakan Lapangan Kerja untuk Ibu-ibu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 8 Agu 2026 17:40 WIB ·

Di Tengah Kondisi Perekonomian Tak Menentu, UMKM Kuliner Rindu Malang di Lawang Sukses Ciptakan Lapangan Kerja untuk Ibu-ibu


 Warga antusias berebut membeli aneka produk kuliner kue Rindu Malang yang dijual di berbagai toko Malang Raya. (Thalia for bacamalang) Perbesar

Warga antusias berebut membeli aneka produk kuliner kue Rindu Malang yang dijual di berbagai toko Malang Raya. (Thalia for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu dan harga kebutuhan pokok yang terus naik, UMKM kuliner Rindu Malang di Lawang, Kabupaten Malang justru menjadi harapan baru. Berawal dari usaha rumahan di garasi dengan peralatan seadanya, kini usaha bakery dan oleh-oleh khas Malang ini tidak hanya berkembang, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Pendiri Rindu Malang, Thalia Ahadiyah, mengaku perjalanan usahanya dimulai dari nol. Usaha awalnya adalah produksi makanan rumahan seperti pizza, brownies, roti abon, hingga masakan khas Arab: Nasi Kebuli, Biryani, Kabsah, Gule, dan Krengsengan Kambing. Saat itu usaha masih menggunakan oven listrik berkapasitas kecil sehingga kemampuan produksi sangat terbatas.

Titik balik terjadi ketika adanya permintaan dari customer untuk memproduksi produk oleh-oleh khas Malang. Dengan adanya jumlah permintaan yang banyak, membutuhkan kapasitas produksi yang lebih besar sehingga Thalia memutuskan untuk bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar Unit M. LWNG-Lawang kelompok Jl. Pisang Renggo 2.

*Indikator Pencapaian*

Saat ini Rindu Malang memiliki 4 jenis produk utama. Peralatan produksi terdiri dari 7 unit oven, 2 unit mixer industri, dan 4 unit alat kukus. Kapasitas produksi mencapai 1000 loyang per proses.

Jaringan pemasaran menjangkau 25+ toko mitra, 20+ reseller aktif, dan 2 agen online dengan lebih dari 100 reseller. Produk telah dipasarkan di 8 toko di Lawang, 15 toko di Pandaan, 1 agen Batu di BNS, JTP 1 dan Alun-Alun Batu.

Jaringan pemasaran juga meliputi 1 agen besar mencakup wilayah Yogyakarta, Sidoarjo, Surabaya dan Kediri.

Pemasaran dilakukan melalui sales keliling, sistem titip jual, dan agen dengan pembayaran tunai. Jangkauan pengiriman sudah sampai Jawa, NTB, Aceh, Papua, hingga Malaysia.

*Dampak Sosial: Serap 18 Ibu Rumah Tangga*

Hingga sekarang Rindu Malang sudah menampung 18 karyawan. Seluruhnya adalah ibu-ibu, 2 di antaranya belum menikah tetapi kemampuan kerjanya cekatan.

“Karena di tempat kerja saya mengutamakan pemberdayaan ibu rumah tangga. Tujuannya agar perekonomian rumah tangga tidak menjadi masalah, meminimalisir adanya pertengkaran rumah tangga atau perceraian karena banyaknya masalah terjadi karena faktor ekonomi. Jadi saya lebih mengutamakan memperkerjakan ibu-ibu dimana beban ibu rumah tangga adalah pondasi di dalam suatu rumah,” ujar Thalia Ahadiyah, Sabtu (8/8/2026).

Thalia juga tidak mensyaratkan ijazah. Ia hanya mengutamakan keinginan bekerja serius, cekatan, dan mau mengikuti arahan standar produksi di tempat kerja. Dalam kondisi darurat, ibu diperbolehkan membawa anak selama tidak mengganggu proses produksi.

Para pekerja berasal dari sekitar Lawang, daerah Ketindan, Sidodadi, Bedali dan Sumber Waras. Dari sisi usia, ibu-ibu yang bekerja berkisar 30-45 tahun. Sementara remaja yang bekerja usia 25 tahun. Yang dominan tetap ibu-ibu karena kerjanya rata-rata lebih cekatan dibanding fresh graduate.

“Saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang tetap bisa berkarya, mandiri secara ekonomi, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi ibu-ibu lain yang membutuhkan,” kata Thalia.

*Dampak Program Jumat Berkah*

Thalia juga merasakan dampak poitif dari program mulia Jumat Berkah (Jumber). Program sosial ini dijalankan oleh sang suami publik figur penggerak komunitas, Bastian Nova Pratama yang juga merupakan admin dari grup medsos IG / FB Lawang Netizen (LETZ), dan Lawang Humanity, yang rutin setiap Jumat melakukan aksi sosial pembagian sembako, dan penyaluran donasi bagi warga yang membutuhkan.

Berjibaku membawa bingkisan sembako, makanan, dan sejumlah uang yang dibagikan kepada masyarakat yang hidupnya kurang beruntung di berbagai pelosok Lawang, dengan menaiki sepeda motor kesayangannya. Selain itu ada pula program baru Jumat Rejeki Asik ( JURASIK) yakni berbagi sejumlah uang yang dikemas dalam bungkusan kecil , kepada siapa saja yang bisa menemukan posisi yang bisa dicari dalam postingan videonya di medsos.

“Program Jumber kalau ke pegawai pernah berbagi makanan, sembako, uang berupa quiz. Dan alhamdulillah disaat ada Jumber kebetulan ada pegawai yang dapat dan pas posisi dia membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, program itu juga berdampak ke usaha. “Berdampak banget karena tidak disangka tanpa kita promosi yang ngoyoh, customer banyak datang sendiri. Entah dari mulut ke mulut, entah dari sosmed, entah dari arahan orang. Dan tawaran orang yang ingin bergabung jadi agen atau reseller hampir tiap hari ada nomor baru yang ingin ikut mempromosikan,” jelasnya.

*Kiat Bertahan dan Tantangan Usaha*

Untuk tetap eksis di tengah harga bahan baku yang terus naik, Thalia menerapkan perhitungan HPP secara detail. “Dari cara menghitung HPP, harus ada space untuk 1/2 pcs produk yang kita jadikan sebagai cacat produk. Jadi itu termasuk hitungan untuk meminimalisir adanya kenaikan harga bahan baku atau retur penjualan produk,” katanya.

Tantangan yang dihadapi selama ini adalah kendala pengadaan bahan baku. “Rata-rata tiap hari produksi di 500 pcs sampai 1500 pcs. Karena bahan baku terus di kulak walhasil ada proses keterlambatan dari toko stoknya habis,” ujarnya.

Selain itu, Thalia menyebut tantangan lain muncul ketika produknya mulai berkembang. “Pasti ada orang lain atau pelaku UMKM lainnya yang ingin mencoba meniru produk saya,” katanya.

*Harapan*

“Harapan saya dengan adanya produk saya bisa memajukan perekonomian ibu-ibu. Selain itu semoga produk saya menjadi alternatif untuk para customer karena produk saya termasuk harganya terjangkau dan rasanya juga bisa dibilang enak. Bisa dibandingkan dengan produk brand yang sudah lama dan sudah besar di Kota Malang. Produk murah tapi bukan murahan,” pungkas Thalia.

Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar, usaha rumahan yang dahulu hanya memiliki satu oven kini berkembang menjadi produsen oleh-oleh khas Malang dengan jaringan pemasaran lintas daerah hingga luar negeri.

Bagi masyarakat yang ingin memesan produk atau menjadi agen di wilayahnya, dapat menghubungi Admin 1 di nomor 0822-4484-2003 dan Admin 2 di nomor 0813-1534-0555. Informasi produk juga tersedia melalui akun resmi Rindu Malang di media sosial.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Otsuka Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang Lewat Culture Exchange, Siswa Ciptakan Giboshi dari Botol Plastik Daur Ulang

6 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Forum Cangkrukan Ekonomi Pancasila Dorong Insentif Pajak UMKM, Hasil Rekomendasi Akan Disampaikan ke Presiden

5 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin BPOM, Produk Premix Kue Jadi Temuan LPK RI saat Sidak di Malang

3 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Groundbreaking Prime Plaza Hotel Batu, Hotel Bintang Empat 90 Kamar Siap Bidik Pasar MICE

3 Agustus 2026 - 13:01 WIB

BRI Malang Gandeng Asabri dan Taspen, Beri Apresiasi Sekaligus Edukasi Keamanan Transaksi bagi Nasabah Pensiunan

3 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Pasar Sore Kedai Tepi Rel Kepanjen Kini Buka Setiap Hari, Jadi Magnet Kuliner Murah dan Penggerak UMKM Warga

31 Juli 2026 - 13:33 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !