Dies Natalis ke-39 Fakultas STeM UB, Usung Semangat Transformasi Menuju Era Baru dengan Tetap Mengakar pada MIPA - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Agu 2026 16:59 WIB ·

Dies Natalis ke-39 Fakultas STeM UB, Usung Semangat Transformasi Menuju Era Baru dengan Tetap Mengakar pada MIPA


 Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto (enam dari kiri), mendampingi Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo dan para undangan saat peringatan Dies Natalis ke-39 FSTeM UB di Gedung Pandhita Majapahit, Jumat (7/8/2026). (Nedi Putra AW) Perbesar

Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto (enam dari kiri), mendampingi Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo dan para undangan saat peringatan Dies Natalis ke-39 FSTeM UB di Gedung Pandhita Majapahit, Jumat (7/8/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memeringati Dies Natalis ke-39 di Gedung Pandhita Majapahit UB, Jumat (7/8/2026) dengan mengusung tema “Honoring The Legacy, Shaping The Future”. Peringatan tahun ini menjadi momentum penting bagi fakultas untuk menghormati perjalanan panjang selama 39 tahun sekaligus menandai langkah awal transformasi menuju babak baru pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Mengangkat tagline “39 Tahun Mengakar, Tahun Pertama Bertransformasi Menyongsong Era Baru FSTeM UB”, perayaan Dies Natalis tidak hanya menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi penegasan komitmen FSTeM dalam memperkuat daya saing di bidang sains, teknologi, dan matematika di tingkat nasional maupun internasional.

Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Dies Natalis tahun ini menjadi perayaan pertama setelah transformasi Fakultas MIPA menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika. Karena itu, tema yang diangkat sarat makna sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus penegasan arah masa depan fakultas.

“Dies tahun ini istimewa karena kita masih berada dalam nuansa transformasi dari MIPA ke FSTeM. Di usia ke-39 tahun ini, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak melupakan MIPA. Karena itu kami mengambil tema 39 Tahun Mengakar, sebagai tahun pertama bertransformasi menuju era baru STEM,” ungkapnya di sela kegiatan, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, kata “mengakar” menjadi simbol bahwa nilai-nilai scientific culture yang telah dibangun selama puluhan tahun di Fakultas MIPA tetap menjadi fondasi utama pengembangan fakultas.

“Kami tetap mengakar pada budaya ilmiah MIPA, tetapi pada saat yang sama menyongsong era baru STeM yang memiliki cakupan lebih luas. Kini kami memiliki 10 program studi sarjana yang memadukan ‘basic ‘science’ dan ‘applied science’,” jelasnya.

Grand Launching logo baru saat peringatan Dies Natalis ke-39 FSTeM UB di Gedung Pandhita Majapahit, Jumat (7/8/2026). (Nedi Putra AW)

Guru Besar Teknik Geofisika ini memaparkan, bahwa lima program studi berakar pada ilmu dasar yang menjadi identitas MIPA, sementara lima program studi lainnya berkembang pada bidang ilmu terapan yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi dan teknologi yang dapat dihilirisasikan kepada masyarakat.

Transformasi tersebut, lanjutnya, diibaratkan melalui filosofi rompi, menggantikan filosofi lilin yang sempat menjadi perbincangan di lingkungan fakultas.

“Rompi melambangkan karakter yang dinamis, adaptif, dan visioner. Filosofi ini menggambarkan bagaimana FSTeM mampu mengakomodasi berbagai disiplin ilmu dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Prof. Sukir menilai, kehadiran kata teknologi dalam nama fakultas mencerminkan tekad untuk tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu dasar, tetapi juga memperkuat riset terapan yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi bagi masyarakat.

“Ke depan kami ingin berperan bukan hanya mengembangkan basic science, tetapi juga applied science yang dapat dihilirisasikan dalam bentuk pengembangan teknologi,” ujar salah satu peneliti terkemuka di bidang vulkanologi dan geothermal ini.

Sejumlah produk hasil riset yang dipamerkan pada rangkaian Dies Natalis menjadi bukti awal transformasi tersebut. Berbagai inovasi yang telah dihasilkan menunjukkan bahwa FSTeM kini semakin aktif mengembangkan produk berbasis penelitian yang memiliki potensi implementasi di masyarakat.

Di sisi lain, transformasi kelembagaan juga diikuti dengan penguatan tata kelola organisasi. Prof. Sukir menegaskan bahwa perubahan status Universitas Brawijaya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) menjadi momentum bagi FSTeM untuk membangun manajemen yang lebih modern.

“Kami akan memperkuat tata kelola internal agar lebih masif, dinamis, adaptif, dan visioner, sejalan dengan arah pengembangan fakultas,” tegas akedemisi yang kerap mendapat hibah penelitian baik dalam maupun luar negeri sejak tahun 2009 ini.

Tak hanya di tingkat internal, FSTeM juga terus memperluas jejaring kerja sama internasional. Berbagai kolaborasi telah dijalin dengan institusi dalam dan luar negeri, baik untuk pengembangan riset maupun pendanaan penelitian.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pemanfaatan Observatorium UB di Cangar oleh sejumlah mitra, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta institusi dari Jepang yang telah menempatkan peralatan penelitian di lokasi tersebut.

“Kolaborasi nasional maupun internasional terus kami masifkan, baik dalam bentuk kerja sama riset maupun fund generating bersama para mitra,” ungkapnya.

Peserta peringatan Dies Natalis ke-39 FSTeM UB di Gedung Pandhita Majapahit, Jumat (7/8/2026). (Nedi Putra AW)

Tema “Honoring the Legacy, Shaping the Future”, yang diusung FSTeM UB ini ingin menegaskan bahwa transformasi tidak berarti meninggalkan sejarah.

“Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. MIPA tidak akan pernah kami lupakan. MIPA adalah akar yang akan terus memperkuat kami, sementara shaping the future menjadi komitmen kami untuk membangun FSTeM yang semakin adaptif, dinamis, visioner, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Selain sivitas akademika dan alumni, Dies Natalis ke-39 FSteM ini dihadiri Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K)., Ph.D, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Ketua Senat Akademik UB, Prof, Nuhfil Hanani AR, MS., Sekretaris Senat Akademik FSTeM, Dr. Suci Astutik, S.Si, M.Si., serta undangan para dekan di lingkungan UB.

Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menegaskan bahwa transformasi Fakultas MIPA menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) harus disambut dengan semangat perubahan, bukan sekadar pergantian nama.

Menurutnya, perkembangan revolusi industri menunjukkan perubahan yang semakin cepat. Jika Revolusi Industri 1.0 hingga 3.0 berlangsung dalam rentang ratusan tahun, maka Revolusi Industri 4.0 berkembang jauh lebih pesat, terutama dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“AI akan menciptakan efisiensi sekaligus mendekatkan sains dan teknologi, sehingga hasil-hasil penelitian dapat lebih mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Widodo.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana merancang sistem pembelajaran yang terintegrasi dan saling terkoneksi antardisiplin ilmu. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat dinamis.

Rektor juga berharap transformasi menuju FSTeM tidak berhenti pada perubahan identitas kelembagaan semata, melainkan diikuti perubahan pola pikir dan budaya akademik di seluruh departemen.

“Yang berubah bukan hanya nama fakultas, tetapi juga spiritnya. Demikian pula setiap departemen harus memiliki semangat yang sama untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menjawab tantangan perkembangan keilmuan di masa depan,” tegasnya.

Bertepatan dengan Dies Natalis ke-39 tersebut, FSTeM UB juga melakukan grand launching logo sebagai identitas baru fakultas. Diluncurkan pula Stemo, si maskot burung hantu dan apresiasi kepada sejumlah Diktendik Berprestasi FSTeM, serta pengenalan Mars FSTeM buah karya Prof. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D, yang merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FSTeM UB.

Pewarta : Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sindikat Pencuri Baterai Lithium di 17 Lokasi Ditangkap, Rugikan Operator Rp 450 Juta

7 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Tiga BUMD Air Minum Malang Raya Perkuat Sinergi, Berangkatkan Kontingen Menuju Seleksi PORPAMNAS IX 2026

7 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Polsek Singosari Ajak Komunitas Jantung Sehat Jadikan Keselamatan Berlalu Lintas sebagai Gaya Hidup

7 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Polres Malang Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung

7 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Semarak HUT ke-81 RI di Lapas Malang, Kalapas Christo Resmi Buka Porseni dan Kobarkan Semangat Sportivitas

7 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Aduan 110 Langsung Ditindaklanjuti, Polres Malang Bubarkan Balap Liar di Singosari

7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !